Dosen USB Ikuti Pembekalan Kuliah Budi Pekerti

1

SURAKARTA, (tubasmedia.com) – Salah satu tokoh pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara, mendefinisikan pendidikan sebagai upaya untuk memajukan budi pekerti (kekuatan batin dan karakter), pikiran (intelek), dan jasmani anak didik.

Namun seiring berjalannya waktu, pendidikan mulai bergeser, hanya mementingkan aspek kognitif saja, dan melupakan aspek yang lain. Sehingga, dari hasil pendidikan tersebut, banyak tercipta orang-orang pintar namun tidak diimbangi dengan pembentukan budi pekerti, pembentukan watak dan karakter.

Sehingga tidak heran, banyak muncul berita kekerasan, terorisme, korupsi, penipuan dan lain-lain. Hal tersebut pada dasarnya merupakan akibat dari tidak seimbangnya perkembangan kognitif dan pembentukan watak dan karakter.

Universitas Setia Budi (USB), sebagai salah satu perguruan tinggi swasta, yang mempunyai visi menjadi perguruan tinggi yang sehat dan bermutu, berperan aktif di tingkat nasional dalam pengembangan iptek, menghasilkan insan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, cerdas, dan terampil, pada tahun 2020, mencoba memberikan kontribusi dalam memperbaiki kondisi pendidikan bangsa tersebut.

Maka selain bekal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Budi Pekerti dinilai menjadi suplemen wajib yang harus diberikan oleh tenaga pendidik, dalam proses pembelajaran dan tingkah laku sehari-hari.

Budi pekerti berisi nilai-nilai perilaku manusia yang diukur menurut kebaikan dan keburukannya yang disesuaikan dengan norma agama, norma hukum, tata karma dan sopan santun, norma budaya dan adat istiadat masyarakat. Budi pekerti akan melahirkan perilaku positif yang diharapkan dapat terwujud dalam perbuatan, perkataan, pikiran, sikap, perasaan, dan kepribadian peserta didik.

Dalam upaya untuk memperkental atmosfer dan nuansa budi pekerti dalam proses pembelajaran di USB, selain memasukkan mata kuliah Budi Pekerti sebagai salah satu mata kuliah wajib di dalam Kurikulum Perguruan Tinggi di USB, pembekalan kepada para dosen tetap USB dinilai perlu dilakukan.

Hal tersebut dilakukan agar para dosen bisa memberikan teladan dan contoh langsung ke peserta didik, serta memaknai penerapan budi pekerti tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga diharapkan Universitas Setia Budi dapat memberikan warna baru dalam proses pendidikan, khususnya membantu peserta didik dalam meningkatkan kualitas berfikir dan pengembangan karakter.

Sosialisasi Kuliah Budi Pekerti dan Candra jiwa Indonesia di USB digelar pada Minggu (11/10) di Gedung A USB Surakarta. Peserta dalam sosialisasi ini adalah seluruh tenaga pendidik atau dosen tetap Universitas Setia Budi Surakarta, dan pengampu mata kuliah Budi Pekerti dari luar, dengan jumlah kurang lebih 114 orang. Sementara narasumber yang memberikan materi dalam sosialisasi tersebut adalah Prof. Ir. Harsono Taroepratjeka, MSIE., Ph.D.

“Pendidikan memiliki dua tujuan yaitu menjadikan anak didik memiliki pengetahuan dan menjadi baik,” ungkap Prof. Ir. Harsono Taroepratjeka, MSIE., Ph.D. Pihaknya menegaskan, peserta didik diharapkan memiliki karakter yang baik meliputi kejujuran, tanggung jawab, cerdas, bersih dan sehat, peduli, dan kreatif. Karakter tersebut diharapkan menjadi kepribadian utuh yang mencerminkan keselarasan dan keharmonisan dari olah hati, piker, raga, serta rasa dan karsa.(tk)

Berita Terkait

Komentar

Komentar