DPR Ingatkan Prabowo Jangan Asyik Belanja Alutsista Impor, Pikirkan Produk Dalam Negeri

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Anggota Komisi I DPR, Sukamta meminta agar pembeliat pesawat jet tempur Dassault Rafale dari Perancis dan F-15 dari Amerika Serikat diikuti dengan penguatan industri pertahanan dalam negeri.

Sukamta berpandangan, anggaran besar yang dikeluarkan pemerintah untuk membeli jet tempur tersebut semestinya dapat menjadi stimulus industri pertahanan dalam negeri.

“Penting sekali lagi kami tekankan pemerintah harus serius dalam keberpihakannya memajukan industri pertahanan dalam negeri. Anggaran sebesar itu bisa untuk menstimulus industri pertahanan kita, jangan beli-beli terus orientasinya, itu sama saja menumbuhkan ekonomi bangsa lain,” kata Sukamta dalam siaran pers, Senin (14/2/2022).

Sukamta mengatakan, pesawat tempur dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) lainnya itu merupakan bagian dari rencana penguatan alutsista Indonesia dalam rangka pemenuhan target Minimum Essential Forces (MEF).

Namun, ia mengingatkan, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 16 tahun 2012 tentang Industri Pertahanan, setiap pembelian alutsista dari luar negeri harus diikuti dengan transfer teknologi. Menurut politikus PKS itu, ke depan seharusnya ada sebagian pesawat tempur yang bisa diproduksi di Indonesia, terlebih Indonesia telah memiliki modal dengan adanya PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Sukamta berpendapat, jika ada sebagian dariĀ  pesanan itu yang dibuat di PT DI, maka akan menjadi lompatan luar biasa dalam akuisisi teknologi pesawat tempur.

“Semoga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memasukkan strategi tersebut dalam kerja sama jual-beli pesawat dan lainnya tersebut,” ujar Sukamta.

Sukamta menambahkan, belanja alutsista dengan anggaran besar mesti dipertimbangkan dengan matang agar tidak memicu perlombaan senjata negara lain.

Sebelumnya, Prabowo menyampaikan Indonesia akan mendorong 42 unit jet tempur Dassault Rafale produksi Dassault Aviation asal Perancis. Dari progres rencana pembelian puluhan unit jet tempur itu, baru 6 unit Rafale yang sah diakuisisi Indonesia.

“Kita rencananya akan mengakuisisi 42 pesawat Rafale. Kita mulai hari ini dengan tanda tangan kontrak pertama untuk enam pesawat,” kata Prabowo melalui rekaman yang diterima awak media, Kamis (10/2/2022).

Selain itu, pemerintah Amerika Serikat dikabarkan telah menyetujui penjualan 36 unit jet tempur F-15ID beserta dukungan peralatannya kepada Indonesia dengan nilai 13,9 miliar dollar AS atau setara Rp 199 triliun lebih.

AS mengumumkan persetujuan penjualan 36 unit F-15 dilakukan di hari yang sama ketika Indonesia resmi membeli enam jet Dassault Rafale asal Perancis, Kamis (10/2/2022). Mengutip siaran pers Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan AS, Indonesia disebut telah meminta 36 jet F-15.

“Paket itu akan mencakup 36 jet, mesin cadangan, radar, pelatihan kacamata penglihatan malam dan dukungan teknis,” kata Pentagon dikutip Kompas.com dari kantor berita Reuters, Jumat (11/2/2022). (sabar)

 

Berita Terkait