Dukungan Kemendikbud untuk Film Pendek

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, (TubasMedia.Com) – Para pegiat dan pembuat film pendek kembali mendapat insentif dari Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan. Direktur Pembinaan Kesenian dan Perfilman Kemdikbud Sulistyo Tirtokusumo, beberapa waktu lalu di Graha Utama Kemendikbud, Jakarta, meluncurkan lagi dua program pendukungan, pembinaan, dan pengembangan film pendek. Masing-masing berupa insentif kegiatan di dalam dan di luar negeri, yang keseluruhannya bernilai miliaran rupiah.

Mempertegas sejumlah pernyataan Wamendikbud Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti sebelumnya, Sulistyo mengatakan, Kemendikbud akan terus mendukung komunitas-komunitas film pendek untuk membuat karya-karya yang mengandung nilai-nilai budaya, kearifan lokal, dan pembangunan karakter bangsa. Dengan itu diharapkan pada saat membuat film panjang para sineas muda tersebut akan mengutamakan nilai-nilai tersebut.

Sutradara Hanung Bramantyo, yang hadir dalam jumpa pers tersebut, menyatakan, film sangat penting bagi generasi muda bangsa ini, karena film bukan hanya hiburan, melainkan juga sudah menjadi media ekspresi dan eksistensi mereka. “Saya senang Kemendikbud mendukung pembinaan dan pengembangan film, meskipun baru dimulai dengan film pendek,” katanya.

Hanung bersedia terlibat dalam kegiatan ini karena ingin membagi manfaat film kepada anak-anak muda, terutama dalam memberikan penggambaran mengenai kehidupan bangsa dan masyarakat Indonesia.

“Selama ini boleh dibilang pemerintah tidak pernah mendukung film pendek. Karena itu, begitu ada dukungan, siapa yang menerima (insentif) menjadi penting, sehingga siapa yang memilih (penerima insentif) juga penting,” kata Lalu Roisamri, konsultan dan koordinator kedua program baru ini.

Program ini memberikan insentif Rp 250 juta kepada sepuluh penyelenggara festival film pendek di Indonesia yang berlangsung 1 November sampai 4 Desember 2012. Komunitas atau penyelenggara festival yang berminat memperoleh insentif bisa mengajukan proposal.

Produser Vivian Idris yang menjadi anggota tim seleksi program ini, mengharapkan, insentif tidak hanya diberikan kepada festival yang berada di kantung-kantung film pendek yang sudah populer. Kalau bisa di daerah-daerah baru, misalnya di Indonesia bagian timur.

Selain Vivian Idris, anggota tim seleksi lain adalah Amanda Marahimin (produser), Nauval Yazid (pemasar film), Lalu Roisamri (pegiat festival), dan Andrew Linggar (komunitas film). (steve)

Berita Terkait

Komentar

Komentar