Ekonomi Cina Melemah, Indonesia Waspada

images

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Data manufaktur Cina pada Desember 2015, masih berkontraksi. Artinya, lima bulan berturut-turut, industri di negeri Tirai Bambu melemah. Apa kata Menko Perekonomian Darmin Nasution?

Data ini memperbesar kekhawatiran bahwa ekonomi kedua terbesar di dunia ini kemungkinan terjebak dalam perlambatan ekonomi yang berkepanjangan meski telah ada berbagai stimulus, dengan situasi ini apa dampaknya bagi perkembangan ekonomi tanah air.

Saat ditanya soal ini, Menko Perekonomian Darmin Nasution yang semula tenang dan santai, langsung berubah. Dia bilang harus waspada.

“Memang ada kekhawatiran bahwa ekonomi Cina, sedikit tidak baik. Sebenarnya bukan hanya Cina, negara lain seperti Brasil, ekonominya juga tidak bagus,” kata Darmin di Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa malam (05/01/2016).

Kata mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini, memburuknya perekonomian sejumlah negara sumbu seperti Cina, memang sudah diprediksi. Hanya saja, perkembangan politik dunia, menambah rumit perekonomian dunia. “Memang globalnya tidak bagus, situasi politik di Timur Tengah menambah parah,” papar Darmin.

Upaya mengantisipasi memburuknya perekonomian global khususnya Cina, lanjut Darmin, ditempuh dengan menggenjot pembangunan infrastruktur dan menumbuhkan investasi. Artinya, pemerintah menginginkan pertumbuhan ekonomi muncul secara alamiah melalui kegiatan mandiri.

“Kita akan menjalankan apa yang sudah kita rencanakan. Kita akan bergerak cepat di Januari ini. Dengan mempercepat realisasi proyek-proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),” tuturnya. (roris)

Berita Terkait

Komentar

Komentar