Ekonomi Indonesia belum Siap Hadapi MEA

rupiah

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Guru Besar Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjajaran, Prof Ina Primiana menilai Indonesia belum siap menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Khususnya daya saing produk Indonesia kalah jauh. Kekhawatiran Ina, jelaslah tidak mengada-ada. Lantaran beberapa fakta yang diungkapnya.

“Terhadap supply change kita hanya bisa mencapai 0,8 persen, jadi daya saing kita sangat kecil sekali,” ungkap Ina dalam diskusi Catatan Akhir Tahun Perekonomian Indonesia di Kantor Kadin, Jakarta, Rabu (30/12/2015)

Dengan kelemahan ini, Ina mengatakan, Indonesia berada di posisi yang sulit saat diberlakukannnya MEA. Selain itu, dirinya mempertanyakan masuknya investasi yang selama ini selalu digembar-gemborkan. Yang terjadi justru sebaliknya, investasi di sektor manufaktur terus melorot.

“Apakah betul investasi gencar masuknya ke Indonesia. Lalu uangnya kemana? Yang terjadi, justru investasi di sektor industri turun terus. Artinya, kondisi industri turun, sehingga para investor enggan untuk membangun industri baru,” papar Ina.

Ina juga mempertanyakan perkembangan neraca perdagangan. Bahwa turunnya ekspor yang diikuti turunnya impor, merupakan gambaran dari melambatnya pergerakan ekonomi. “Artinya, banyak industri yang sudah berhenti produksi akibat semakin mahalnya harga dolar AS, serta pelemahan ekonomi dunia,” paparnya. (sabar)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar