Ekonomi Indonesia Terancam Dihempas Resesi Dunia

Ichsanuddin-Noorsy

JAKARTA, (tubasmedia.com) – ‎Pengamat ekonomi politik Ichsanuddin Noorsy memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2016 hanya 4,8-5,0 persen.

“Secara sistemik ancaman resesi 2016 akan menahan laju pertumbuhan ekonomi, menyurutkan putaran mesin perekonomian, dan memukul daya beli masyarakat. Selain itu karena kondisi internal yang efektivitas kebijakannya lemah, kini saya memproyeksi 4,8 hingga 5,0 persen,” kata Noorsy dalam keterangannya kemarin.

Sebelumnya, di hadapan Komisi XI DPR dan Komite IV DPD saat merespon RAPBN 2016 dan Nota Keuangan, Noorsy memproyeksi pertumbuhan ekonomi 2016 berkisar 4,8-5,2 persen. Ancaman resesi dunia dan kondisi internal mendorong Noorsy mengoreksi proyeksi yang disampaikan sebelumnya.

Noorsy mengatakan Indonesia terancam dihempas resesi dunia. Hal itu ditandai dengan devaluasi Yuan, menukiknya harga minyak yang diperkirakan berada di bawah 20 dolar AS per barel, dan koreksi Bank Dunia atas pertumbuhan ekonomi dunia dari 3,3 persen menjadi 2,9 persen.

Dalam kondisi ini, upaya mengatasi 11,2 persen kemiskinan, penurunan pengangguran menjadi 5,9 persen, dan menurunkan rasio ketimpangan (gini rasio) menjadi di bawah 0,432 menghadapi tantangan berat.

“Apalagi pasar domestik bakal lebih seru diserang karena efektifnya MEA yang berarti soko guru perekonomian bangsa (UMKM dan Koperasi) juga akan ketat bersaing dengan UMKM negara tetangga,” katanya.(sabar)

Berita Terkait