Ekspor Aneka Kerajinan Bambu dari Bali Sepi

images

DENPASAR, (tubasmedia.com) – Perdagangan aneka kerajinan berbahan baku bambu lesu terakhir ini, terutama ke Amerika Serikat, Jepang maupun Australia, sehingga hasil penjualannya relatif rendah. Ekspor aneka kerajinan berbahan baku bambu buatan masyarakat Bali sejak awal tahun 2015 sepi.

‘’Pengrajin agak berkurang aktivitasnya untuk membuat aneka kerajinan berbahan baku bambu, apalagi sekarang ini dalam suasana hari raya Galungan dan Kuningan di Bali, disamping pesanan yang diterima dari mitra bisnis luar negeri juga sedikit,’’ kata pengusaha ekspor aneka kerajinan Bali, Made Tama di Gianyar, kemarin.

Memang masih ada pesanan berupa tempat tidur, kursi malas maupun lemari yang sepenuhnya berbahan baku bambu, tetapi jumlahnya sangat sedikit dan dapat dipastikan perolehan devisanya juga berkurang drastis, tutur Made Tama.

Krisis ekonomi global yang masih dirasakan masyarakat dunia, terutama dari pengimpor utama kerajinan Bali dari negara Adidaya itu, berpengaruh terhadap perdagangan luar negeri barang kerajinan berbahan baku bambu ke pasaran ekspor.

Banyak pengrajin bambu sekarang istirahat tidak ada pesanan, walau pun ada jumlahnya sedikit sehingga dikerjakan dalam waktu singkat sudah bisa dirampungkan sehingga waktu luang lebih banyak, tambah Made Tama bernada lesu.

Ini bukan berarti desain atau rancangan aneka kerajinan bambu yang tidak berkenan di hati konsumen, akibat kondisi ekonomi masyarakat yang belum beruntung sehingga aneka kerajinan bambu buatan Bali melorot memasuki pasar ekspor.

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Disperindag Bali, Made Suastika membenarkan kondisi pasar maancanegara terhadap hasil kerajinan berbahan baku bambu agak lesu sehingga perolehan devisanya juga melorot hingga 61 persen awal 2015.

Pengusaha Pulau Dewata hanya mampu memperdagangkan sebanyak 3,7 juta pcs aneka kerajinan bambu selama Januari-Juni 2015 bernilai hanya 4.7 jutas dolar AS, melorot hingga 61 persen jika dibandingkan periode sama 2014 mencapai 12,4 juta dolar.

“Mudah-mudahan kondisi itu hanya bersifat sementara sehingga menjelang akhir tahun saat masyarakat merayakan pergantian tahun, yang didahului dengan perayaan Natal 2015 keperluan rumah tangga ini akan bertambah banyak memasuki pasar ekspor,” katanya. (ril/sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar