Ekspor Industri Otomotif Semakin Digenjot

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Pemerintah tengah berupaya menggenjot nilai ekspor produk manufaktur dalam upaya memperbaiki perekonomian nasional.

Hal ini seiring implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, di mana salah satu targetnya adalah meningkatkan kembali ekspor netto sebesar 10 persen dari Produk Domestik Bruto.

“Di roadmap tersebut, salah satu sektor yang tengah diprioritaskan pengembangannya, yakni industri otomotif. Sasarannya, Indonesia diharapkan menjadi basis produksi kendaraan bermotor baik internal combustion engine (ICE) maupun electrified vehicle (EV) untuk pasar domestik maupun ekspor,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (5/9).

Hal tersebut disampaikan Menperin pada acara Realization Over 1 Million CBU Export PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (PT TMMIN). Seremoni ini secara langsung diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, yang dihadiri pula Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Presiden Toyota Motor Asia Pasific (TMAP) Susumu Matsuda dan jajaran Direksi PT TMMIN.

Menteri Airlangga menyampaikan, pihaknya memberikan apresiasi kepada PT TMMIN yang sejak tahun 1987 telah berhasil melakukan ekspor kendaran dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) sebanyak 1,4 juta unit.

“Keberhasilan ini juga ditandai dengan pencapaian target ekspor mobil CBU untuk pertama kalinya tahun 2018 menembus angka 200 ribu unit per tahun atau senilai sekitar USD3 juta,” tuturnya.

Kementerian Perindustrian mencatat, tren ekspor PT TMMIN untuk kendaraan CBU terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2016, ekspornya sebanyak 169 unit atau senilai USD2,1 juta, naik menjadi 199 unit (USD2,6 juta) di 2017.

“Ini menunjukkan geliat manufaktur kita sedang tumbuh dan kepercayaan diri pelaku industri kita sedang tinggi-tingginya,” ungkap Menperin.(sabar)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar