Ekspor RI ke Jepang Turun

Laporan : Audy

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, (Tubas) – Nilai ekspor non migas Indonesia ke Jepang mengalami penurunan hingga 25 persen sebagai dampak langsung tsunami yang menggoncang negeri matahari itu. Namun penurunan ekspor sejak Maret 2011 itu tidak akan berpengaruh terhadap total nilai ekspor ke seluruh negara.

“Ekspor ke semua negara ada indikasi naik,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Rusman Heriawan kepada waratwan di Jakarta, Jumat lalu.

Menurut Rusman total ekspor Indonesia Februari 2011 senilai US$14,40 miliar atau mengalami penurunan 1,42 persen dari bulan sebelumnya. Namun dibanding tahun 2010, meningkat hingga 28,9 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia periode Januari-Febuari 2011 mencapai US$29,00 miliar atau meningkat 27,42 persen dibanding periode sama 2010. Dan ekspor non migas mencapai US$23, 83 miliar atau meningkat 30,64 persen.

Berdasarkan data BPS, Jepang merupakan pasar ekspor terbesar bagi produk Indonesia dengan total nilai ekspor US$2,87 miliar selama bulan febuari 2011.

Penurunan ekspor ke Jepang hingga 25 persen dan volumenya turun hingga 50 persen dibanding bulan lalu katanya sepenuhnya disebabkan tsunami yang melanda wilayah Jepang timur sehingga barang-barang yang diekspor melalui 60 pelabuhan di Jepang terhambat. Diperkirakan para importir Jepang saat ini lebih fokus pada pemulihan pasca tsunami. ***

Humbanghas
Humbanghas

Berita Terkait

Komentar

Komentar