Ekspor Sayur-mayur dari Sumut Meningkat

download-(1).jpg222

BELAWAN, (tubasmedia.com) – Sayur-mayur dari Sumatera Utara (Sumut) semakin mampu bersaing di pasar internasional. Terbukti, selama tujuh bulan pertama 2016, ekspor sayur-mayur Sumut yang dikapalkan melalui terminal peti kemas Belawan International Container Terminal (BICT) naik hingga 62,88%.

“Selama Januari-Juli 2016 ekspor sayur Sumut yang dikapalkan dengan jasa peti kemas melalui terminal peti kemas BICT sudah mencapai 37.847 ton. Jumlah ini melonjak hingga 62,88 persen dibanding periode yang sama tahun 2015 yang jumlahnya 23.235 ton,” kata Humas Pelindo 1 BICT Tengku Irfansyah, pekan lalu di Belawan.

Tahun lalu, kata Irfansyah, ekspor sayur-mayur Sumut melalui BICT juga meningkat tajam. Di mana sepanjang dekade 2015, volume ekspor sayuran Sumut yang dikapalkan melalui BICT tercatat mencapai 43.714 atau naik sekitar 40,35% dibandingkan tahun 2014 yang jumlahnya 31.145 ton.

Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sumut Khairul Mahalli, Senin (12/9) membenarkan melonjaknya aktivitas ekspor sayur-mayur Sumut melalui BICT.

Produksi sayur dari sentra produksi Tanah Karo memang mengalami penurunan pasca terjadinya erupsi Gunung Sinabung yang berkepanjangan. Namun, produksi sayuran dari luar Tanah Karo seperti Tapanuli bisa menutupi kebutuhan ekspor sayur Sumut.

“Sayur-mayur produksi Sumut semakin mampu bersaing di pasar bebas MEA,” katanya.

Sebagai informasi, tahun 80-an, komoditas sayur-mayur termasuk salah satu komoditas ekspor unggulan Sumut setelah karet, teh dan CPO yang dikapalkan melalui Pelabuhan Ujung Baru Belawan.

Waktu itu jumlah ekspornya rata-rata mencapai ratusan ribu ton per bulan. Pengapalannya pun masih dilakukan dengan menggunakan keranjang terbuka dengan negara tujuan Singapura dan Malaysia.

Setelah pengoperasian pelabuhan peti kemas Gabion Belawan diresmikan Presiden Soeharto tahun 1987, eksportir di Sumut pun mulai mengalihkan pengiriman sayur dari Pelabuhan Ujung Baru Belawan ke pelabuhan peti kemas Gabion Belawan dengan alasan keamanan. (red)

Humbanghas
Humbanghas

Berita Terkait

Komentar

Komentar