Eksportir Medan Keluhkan Sulitnya Izin Ekspor dari Kementerian Perindustrian

BELAWAN, (tubasmedia.com) – Setelah sempat meredup, ekspor CPO – crude palm oil, Sumatera Utara (Sumut) lewat Pelabuhan Belawan kini mulai bersinar kembali. Hal ini setidaknya dapat dilihat dari aktivitas ekspor CPO Sumut selama April 2020.

Sepanjang April 2020 kata Asisten Manajer Hukum dan SDM Pelindo 1 Cabang Belawan, Mufthi Rakhman, Jumat (15/5/2020), aktivitas ekspor CPO Sumut melalui terminal curah cair Pelabuhan Belawan yang menggunakan pipa terpadu tercatat sebanyak 260.693 ton. Jumlah ini naik sekitar 31,70 % dibandingkan Maret yang berjumlah 197.935 ton.

Padahal kata Alung, demikian juru bicara Pelindo 1 Cabang Belawan itu biasa disapa, pada Maret 2020 atau di awal pertama merebaknya virus corona di Indonesia, aktivitas ekspor CPO Sumut lewat Pelabuhan Belawan mengalami penurunan yang signifikan yakni dari 260.469 ton pada Februari menjadi 197.935 ton pada Maret atau turun sekitar 24 %.

Kendati selama April 2020 aktivitas ekspor CPO Sumut naik sekitar 31,70 %, namun secara kumulatif turun tipis. Sepanjang Kuartal I-2020 kata Alung, ekspor CPO Sumut lewat Pelabuhan Belawan sebanyak 932.592 ton. Jumlah ini turun sekitar 4,99 % dibandingkan periode serupa 2019 yang berjumlah 981.656 ton.

Ketua Kamar Dagang dan Industri Sumatra Utara (Kadinsu), Khairul Mahalli mengatakan, turunnya ekspor CPO sebesar 24 % di bulan Maret karena sulitnya dokumen ekspor keluar dari instansi terkait terutama dari Kementerian Perindustrian.

“Sejumlah eksportir mengeluhkan sulitnya izin ekspor dari instansi Perindustrian dengan alasan virus corona. Padahal pemerintah mengatakan instansi publik bekerja dari rumah (Work From Home/WFH). Mereka berlindung di Covid-19”kata Khairul yang juga Ketum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) itu.

Terkait meningkatnya ekspor CPO selama April 2020, Khairul mengatakan, hal itu terjadi karena saat ini kebutuhan dunia tinggi apalagi CPO merupakan salah satu komoditas yang dibutuhkan. “Tidak bisa dipungkiri CPO adalah komoditas yang sangat dibutuhkan dunia”katanya.(red)

 

 

Berita Terkait