Elis Masitoh: Produk Buatan Indonesia Sudah Mampu Mendunia

Elis Masitoh

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Barang-barang jadi yang diproduksi di Indonesia umumnya sudah bermutu internasional, sudah mendunia. Pokoknya seluruh produk made in Indonesia sudah sejajar dengan produk-produk internasional.

‘’Kualitasnya sudah kualitas global. Jadi kita tidak usah gusar dan khawatir tetapi banggalah dengan barang buatan Indonesia,’’ kata Direktur Industri Tekstil, Kulit dan Alas Kaki, Kementerian Perindustrian, Elis Masitoh kepada wartawan di kantornya kemarin.

Pernyataan direktur itu bukannya tidak beralasan. Dia bersama Delegasi Indonesia yang dipimpin Plt Dirjen Industri Kimia Farmasi dan Tekstil (IKFT), Ignatius Warsito baru saja kembali dari perjalanan dinas mengikuti pameran sepatu kelas dunia di Italia.

Dari seribuan lebih stand pameran yang berasal dari berbagai negara, kata Elis, stand Indonesia termasuk stand yang paling ramai dikunjungi. Pasalnya, Menteri Perindustrian Italia saat membacakan pidato pembukaan, disebut bahwa sepatu buatan Indonesia adalah sepatu peringkat tiga dunia, mengalahkan Cina dan Vietnam.

Dampak positif pidato menteri Italia yang menyebut nama Indonesia termasuk tiga besar dunia, membuat para pengunjung berduyung-duyung mengunjungi stand Indonesia. Mereka ingin tahu apa sih kehebatan Indonesia. Hasilnya, terjadilah transaksi 30.000 pasang sepatu. Deal.

Tomy Ambiyo Tedji (sepatu putih), desainer tas asal Jakarta, bersalaman dengan Plt Dirjen IKFT, Ignatius Warsito di stand Indonesia pameran sepatu internasional di Italia.

Tidak hanya itu kata Elis yang dibanggakan. Tomy Ambiyo Tedji, seorang desainer tas berasal dari Jakarta yang ikut dalam pameran itu, keluar sebagai juara satu lomba desain tas bahan baku kulit. Tomy, desainer muda dari Indonesia itu mampu mengalahkan para desainer tas tingkat dunia asal Italia.

Tas yang didesain Tomny adalah tas berbahan baku kulit, yang merupakan sisa-sisa kulit sepatu. Kulit-kulit sisa itu dikumpulkan Tomy kemudian dijadikan tas.

‘’Jadi kelebihan Tomy adalah menggunakan kulit sisa industri sepatu kemudian didesain menjadi tas yang mutunya mampu menembus pasar internasional,’’ terang Elis.

Melihat kenyataan yang terjadi di negara mode itu, Elis menyebut kalau produk-produk Indonesia, kelasnya sudah mendunia. Namun lanjutnya, masih perlu ada penyempurnaan disana-sini agar produk-produk dalam negeri itu semakin berdaya saing tinggi.

Kekurangan kita kata Elis adalah branding. Indonesia menurut dia belum memiliki branding produk. Menjawab pertanyaan disebut bahwa melalui kulit Indonesia yang dijadikan bahan baku industri sepatu di Italia, nama Indonesia akan semakin harum mengingat sepatu Italia yang enak dipake itu ternyata menggunakan kulit dari Indonesia.

‘’Nah kalau kehebatan kulit Indonesia itu terus disuarakan, maka sepatu buatan Indonesia-pun akan ikut menjadi terkenal,’’ kata Elis. ‘’Itulah nanti branding kita,’’ lanjutnya. (sabar)

 

 

Berita Terkait