Empat Orang Lagi Diduga Masih Tertimbun Longsor di Pangalengan

long

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Pencarian korban tanah longsor di Kampung Cibitung RT 01/15 Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, masih berlangsung, Jumat (8/52015). Hingga saat ini, lima korban meninggal telah ditemukan. Pada Kamis (7/5) pulul 10.30 WIB ditemukan satu korban meninggal, yakni Nurul (11).

Korban tanah longsor Selasa (5/5) yang masih belum ditemukan diduga empat orang. Beberapa orang yang sebelumnya diduga tertimbun longsor ternyata berada di luar desa dalam keadaan selamat. Dampak lain longsor itu, 7 orang luka berat, 5 luka ringan, 10 rumah rusak berat, 1 rumah rusak ringan dan pipa panas bumi sepanjang 300 m rusak.

Sekitar 800 personel tim gabungan dari BPBD, BNPB, TNI, Basarnas, Polri, PMI, ACT, Wanadri, Tagana, SKPD, relawan, dan masyarakat melakukan pencarian korban dan penanganan pengungsi. Evakuasi mengalami kesulitan, karena tebal lapisan longsor hingga 4 meter.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, yang dipetik dari laman BNPB, Jumat (8/5) pagi, menyebutkan adanya potensi longsor susulan jika turun hujan deras. Daerah Gunung Bedil, tempat longsor, memang daerah rawan longsor tinggi. Kondisi geologi dari tanah koluvial yang sudah lapuk dan memiliki permeabilitas tinggi dengan banyaknya mata air di kaki lereng perbukitan dapat menyebabkan aliran lumpur dari material longsoran.

Sebanyak 134 jiwa warga Kampung Cibintung RW 15 mengungsi di Balai Desa Margamukiti. Kebutuhan dasar pengungsi telah dicukupi. Bantuan logistik dari BPBD Provinsi Jabar berupa mi instan 20 dus dan air mineral 19 dus. Dari Dinas Sosial bantuan berupa sarden 150 kaleng, kecap 200 botol, sauce 200 pcs, minyak goreng 200 pcs, selimut 300 lembar. Dari Dinas Pertanian, beras 50 kg dan mi instant 10 dus. Dua eksavator dikerahkan untuk menggali timbunan longsor.

Bupati Bandung telah menetapkan masa tanggap darurat 6 – 12 Mei 2015. Fokus utama saat ini adalah evakuasi korban dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi. (ril/ender)

Berita Terkait

  • Tidak Ada

Komentar

Komentar