Ephorus HKBP: Selamatkan Lingkungan Hidup di Danau Toba Anggota DPRD: Reboisasi dengan Tanaman Pohon Bambu

MEDAN, (tubasmedia.com) – Ephorus HKBP Pdt Dr Robinson Butarbutar mendesak pemerintah pusat, daerah, pihak swasta dan masyarakat mengambil langkah-langkah nyata menyelamatkan lingkungan hidup dan hutan di sekitar kawasan Danau Toba agar bencana banjir bandeng yang terjadi di Kota Wisata Parapat tidak berulang.

Sementara itu, anggota DPRD Sumatera Utara Viktor Silaen dan Gusmiyadi menyarankan pemerintah mereboisasi perbukitan Danau Toba di sepanjang Jalinsum Parapat Wilayah Desa Sibaganding Kecamatan Girsang Sipangan Bolon dengan menanam pohon bambu karena memiliki akar serabut yang dapat menahan tanah.

Banjir bandang pada Kamis (13/5/2021), sekira 17.00 WIB di Parapat menurut eporus merupakan dampak penurunan dari kualitas lingkungan hidup dan hutan di sekitar Danau Toba.

Menuutnya, banjir bandang yang sama sudah kerap terjadi di Parapat, pada Desember 2018, Februari 2019, Juli 2020 dan Mei 2021 hingga mengakibatkan masyarakat rugi material dan arus lalu lintas terganggu.

Anggota DPRD Sumatera Utara itu menambhakan bahwa tanaman bambu merupakan tanaman berserabut lebat. Pertumbuhannya cepat sehingga layak ditanami di perbukitan sepanjang Jalinsum Parapat Danau Toba khususnya di Dusun Sualan Desa Sibanding yang sudah kritis.

Silaen dan Gusmiyadi mengatakan, longsor di perbukitan pinggiran sepanjang Jalinsum Parapat wilayah Desa Sibaganding sudah kerap terjadi. Namun tampaknya pemerintah belum melakukan langkah bagaimana cara untuk mengantisipasi bencana longsor sehingga tidak berulang-ulang.

“Pemerintah kabupaten dan Provinsi Sumatera Utara sepantasnya harus memetakan penyebab bencana dengan mencari akar masalahnya mulai dari hulu sampai ke hilir agar penanganan longsor di daerah Parapat dapat dilakukan secara permanen dan memetakan program penanganan jangka waktu panjang,” ujar keduanya.

Menurt mereka, lahan di perbukitan kawasan Danau Toba di wilayah Desa Sibaganding sebagian sudah kritis dan butuh perhatian serius dari pemerintah karena merupakan akses utama menuju daerah wisata di Danau Toba. (roris)

Berita Terkait

Komentar

Komentar