Fahri Hamzah Sejak 1998 Sudah Menjual Indonesia

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Ketua DPR Setya Novanto serta Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon diteriaki para pengunjuk rasa yang menggelar aksi penolakan hak angket di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (7/7/2017).

Para pengunjuk rasa tergabung dalam Ikatan Alumni Universitas Indonesia (UI) dan jaringan masyarakat sipil lain. Mereka meneriaki nama Novanto, Fahri dan Fadli karena dinilai menjadi pendorong utama terbentuknya hak angket terhadap KPK.

“Mana itu Fahri Hamzah, keluar, Mana itu Fadli Zon, keluar,” ujar Koordinator Gerakan Antikorupsi Lintas Alumni Rudi Johannes melalui orasinya.

Dia mengaku kesal dengan sikap DPR yang justru malah menghambat pemberantasan korupsi di Indonesia.

Rudi menilai saat ini DPR sudah tak lagi merepresentasikan kepentingan rakyat karena tidak lagi mau mendengar aspirasi dari rakyat yang justru menginginkan penguatan KPK, bukan pelemahan KPK melalui hak angket.

Hal senada disampaikan Anggota Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia Tubagus Tirtayasa. Dalam orasinya, ia juga meneriaki Fahri Hamzah, Fadli Zon dan Setya Novanto sebagai pihak yang turut memperlemah pemberantasan korupsi.

“Wahai Fahri, dia adalah angkatan ’98 kami. Dia sejak 1998 sudah menjual negeri ini. Dia musuh kami, jaringan aktivis seluruh Indonesia,” ujar Tirta.(red)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar