Fakultas Farmasi USB Selenggarakan Seminar Nasional

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

SURAKARTA, (TubasMedia.Com) – Menjadi seorang farmasis tidak boleh sekedar ahli di bidang peracikan obat, tetapi juga harus kreatif dan memiliki jiwa seni yang tinggi. Program studi S1 Farmasi Fakultas Farmasi Univesitas Farmasi Surakarta (USB), 6 Mei lalu di Auditorium USB menyelenggarakan seminar nasional dengan tema “Peranan Seorang Farmasi di Bidang Industri dan klinis Dalam Era Globalisasi”.

Seminar yang diikuti 215 peserta mahasiswa USB dan umum itu, dibuka oleh Iswandi,S.Si.,Apt. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Fakultas Farmasi USB.

Dionisia Sih Tripurnomo Rini, salah satu anggota staf di PT Sidomuncul, mengatakan, farmasis dituntut kreatif. Mereka tidak boleh sekedar belajar tentang teori-teori saat di kampus, tetapi harus tahu berbagai hal di luar ilmu farmasi yang mendukung profesinya.

“Farmasi adalah sebuah seni yang abstrak. Agar bisa ahli di bidangnya, seseorang wajib mempelajari hal lain. Misalnya, mencari fenomena yang berkembang di masyarakat, dan dijadikannya sebuah penelitian yang bisa bermanfaat,” ujarnya.

Dikatakan lagi, selain mempelajari seni di luar farmasi, seorang farmasis wajib menjadikan kode etik profesi mereka sebagai pegangan saat melaksanakan tugas profesinya..Hal itu yang membuat pekerjaan farmasis unik dan dijamin keprofesionalannya, ujarnya.

Sedangkan Koordinator Farmasi Klinik Instalasi Farmasi Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya, Nun Zaerina, mengatakan, seorang farmasi dituntut teliti. Karena banyak kasus medical errors yang bersumber dari ketidak telitian seorang farmasis. Medical errors banyak terjadi di RS Amerika lebih dari 1,.000.000 setiap tahunnya, karena salah dalam memberikan obat, overdosis, interaksi obat yang tidak teidentifikasi dan alergi, tulisan tangan yang sulit dibaca, atau kesalahan penulisan desimal.

Paulus Dwi Sulistyo Sunaryo sebagai ketua pelaksana menyampaikan, dengan adamnya seminar ini, mahasiswa bisa menambah wawasan, dan bisa mengetahui permasalahan, serta gambaran di industri dan klinik sebagai modal awal dalam penjurusan. (roian)

Berita Terkait

Komentar

Komentar