Fluktuasi Harga Emas Masih dalam Tekanan

Dubai-Gold-Souq-4
JAKARTA, (tubasmedia.com) – Fluktuasi harga emas masih terlihat dalam tekanan karena optimisme pelaku pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) pada tahun ini.

Menurut, Head Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjandra saat ini harga bergerak di kisaran US$ 1.195 per ounce, dekat level support US$ 1.192 per ounce. Penembusan ke bawah kisaran support ini membuka potensi pelemahan ke kisaran US$ 1.188-US$ 1.181 per ounce.

Dalam ulasannya, Jumat (10/4/15) Ariston menjabarkan, pergerakan ke atas resisten terdekat US$ 1.199 per ounce, membuka peluang penguatan ke area US$ 1.202-US$ 1.207 per ounce. Faktor-faktor yang bisa menjadi penggerak pasar (market mover) bagi harga emas adalah pernyataan dari Presiden Bank Sentral AS Cabang Richmond yang juga anggota FOMC 2015 mengenai proyeksi ekonomi AS.

Dijelaskan lagi, bahwa, optimisme terhadap outlook ekonomi AS bisa mendorong pelemahan harga emas karena penguatan dolar AS.

Dia mensinyalir, dari Bloomberg, harga emas berjangka pada Kamis (Jumat pagi WIB) jatuh ke posisi terendah dalam satu pekan, setelah muncul kekhawatiran pada menit terakhir pertemuannya, Federal Reserve akan segera merealisasikan kebijakan kenaikan suku bunga AS.

Harga emas untuk pengiriman Juni turun 0,8 persen menjadi US$ 1.193,60 per ounce di Comex di New York. Di mana, harga sebelumnya menyentuh US$ 1.192,40 per ounce, merupakan posisi terendah sejak 1 April.

Anjloknya harga emas dunia berimbas pada harga jual logam mulia Antam yang kembali turun Rp 2.000 menjadi Rp 548 ribu per gram pada hari ini. Demikian pula harga pembelian kembali (buyback) emas Antam juga ikut turun Rp 2.000 ke Rp 488 ribu per gram. (ril/mar).

Berita Terkait