FPI Ormas Anarkis Lebih Baik Dibubarkan

Aksi Anarkis Front Pembela Islam

Aksi Anarkis Front Pembela Islam

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Setiap melakukan aksi gerakan massal, organisasi masa (Ormas) Forum Pembela Islam dikenal dengan sebutan FPI itu senantiasa sangat “bersahabat” dengan tindak kekerasan. Perilaku anarkis cenderung dikedepankan untuk tujuan memaksakan kehendak.

Tak kenal kompromi apalagi nuansa musyawarah untuk mufakat jauh dari bahasa tubuh yang dipertontonkan massa berseragam putih menyeluruh itu. Masyarakat sekitar saksi mata pun siap-siap menghindar bercampur rasa ketakutan terkena imbas oleh massa FPI.

Akhirnya atas desakan psikologi massa, Kepala Polri (Kapolri) Jenderal Polisi Sutarman merekomendasikan organisasi massa FPI agar lebih baik dibubarkan karena sering melakukan aksi menggunakan cara kekerasan. “Mereka sering menghadapi masalah dengan cara-cara kekerasan, anarkis, jadi saya kira mereka enggak layak lagi untuk dipertahankan,” tandas Sutarman menegaskan di Jakarta.

Menurut Sutarman, pembubaran organisasi itu tidak berada dalam kewenangannya. Pembubaran FPI, menurut dia, harus dilakukan lewat lembaga peradilan. Sutarman menjelaskan, sesuai undang-undang setiap warga negara berhak untuk menyampaikan pendapat di muka umum tapi demonstrasi tidak boleh dilakukan dengan cara-cara anarkis.

Setelah aksi unjuk rasa FPI di depan Gedung DPRD DKI Jakarta dan Balai Kota yang berakhir ricuh pada Jumat (3/10), kepolisian memperketat pengamanan di sekitar Balai Kota dan Gedung DPRD karena ada kabar massa organisasi massa itu akan berunjuk rasa lagi. “Tentu pengamanan kami perketat. Pengamanan berlapis,” katanya.

Bila massa pengunjuk rasa kembali terlibat kericuhan dan tidak bisa dikendalikan, ia mengatakan, polisi tidak segan-segan melakukan tindakan tegas.
“Ada step-step-nya. Dari mulai menggunakan gas air mata, kemudian tembakan pantul sampai peluru karet. Laksanakan! Jangan ragu! Tapi tentunya setiap langkah yang dilakukan anggota polisi harus sesuai SOP. Itu harus diikuti,” katanya. (marto)

Berita Terkait

Komentar

Komentar