Franky Welirang Bantah Pernyataan Menteri Pertanian yang Sebut Harga Mi Instan Naik Tiga Kali Lipat

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Franciscus (Franky) Welirang buka suara terkait isu kenaikan harga mi instan yang bisa mencapai 3 kali lipat. Ia mengatakan hal itu berlebihan.

Franky menjelaskan, saat ini harga gandum internasional sudah berada di level tertingginya. Karena itu, ia menilai harga gandum tak akan mengalami kenaikan lagi.

“Saya kira itu berlebihan terkait hal itu (kenaikan harga mi instan 3 kali lipat). Lah harga gandum sudah tertinggi hari ini, harga terigu juga sudah tertinggi,” jelas Franky di Jakarta Rabu kemarin.

Meski begitu, ia mengakui harga mi instan bisa saja mengalami kenaikan, tapi tak akan sampai 3 kali lipat. Sebab, harga gandum pun tak naik sebesar itu, bahkan tak mencapai 100%.

“Harga mi instan bisa saja naik, bisa saja. Tapi kalau ada pernyataan yang mengatakan bisa 3 kali lipat, itu berlebihan. Sangat-sangat berlebihan. orang harga gandum saja tidak naik 100-300%” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, penentuan harga mi instan tak hanya berdasarkan nilai gandum. Ada komponen lain yang juga ikut memengaruhi nilai jual mi instan.

“Dalam mi instan itu 40% packaging material, kan ada kantor, ada plastik, plastik di dalamnya. Waktu harga minyak goreng naik 100% ribut nggak? Kalau cabe naik 300% ribut nggak mi instan? nggak. Kok terigu naik nggak sampai 100% saja sudah ribut,” jelasnya.

Untuk itu, ia meminta agar masyarakat tak perlu khawatir secara berlebih terkait dengan isu kenaikan harga mi instan. Sebab, kata dia, industri terigu di dalam negeri bisa mengantisipasinya.

“Jadi industri terigu nasional kita itu tau bagaimana menangani risk management terkait gandum itu. Saya kira nggak perlu ditakut-takuti lah rakyat ya (terkait harga mi instan),” tuturnya.(sabar)

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.