Netizen: Emangnya KJRI di New York, Taksi Uber…

dolar.jpggggggggggggggggg

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Meski sudah menyampaikan permohonan maaf, Fadli Zon masih diterpa sentimen negatif yang sudah muncul sejak bocornya surat permintaan fasilitas itu.

Publik media sosial belum mereda, kritik dan kecaman masih mengalir. Umumnya netizen menganggap pernyataan Fadli tak ubahnya alasan yang dicari-cari.

Sindiran turut termuat dalam gambar-gambar lucu. Akun @digembok, misalnya, memelesetkan kepanjangan Partai Gerindra menjadi “Gerakan Minta Fasilitas Negara.” Ia merujuk pada kasus yang menimpa Fadli dan politisi Gerindra lainnya Rachel Maryam.

Di Facebook, status yang ditulis akun Made Supriatma menuai lebih dari 2.000 tanda suka, dan dibagikan kembali (shared) hingga ribuan kali.

Antara lain, Made menyebut Fadli sedang melakukan “pertunjukan kekuasaan” dengan meminta KBRI dan KJRI melayani dia dan kerabatnya.

Lebih lanjut, Made juga menganggap surat maaf dari Fadli terkesan arogan dan merendahkan staf lokal KJRI New York.

“Saya mengenal beberapa staf lokal KJRI. Mereka adalah orang-orang yang sangat baik. Loyal dan penuh dedikasi kepada bangsanya. Sekalipun mereka hanya dipekerjakan sebagai staf lokal. Bisa terbayang bagaimana perasaan mereka. Tidak lebih dari sekedar supir dengan tip! — untuk melayani putri pejabat yang sebenarnya bisa dengan mudah mencari taksi atau mengatur penjemputan dari pihak penyelenggara kamp,” demikian petikan status Made Supriatma.

Sebagaimana diberitakan Wakil Ketua DPR Fadli Zon telah malayangkan mohon maaf ihwal permintaan fasilitas penjemputan untuk putrinya, Shafa Sabila Fadli, yang tengah berkunjung ke New York, Amerika Serikat.

Fadli pun mengirim uang sebesar Rp2 juta, sebagai penggantian atas fasilitas penjemputan yang diberikan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York.

“Saya perkirakan bensin yang terpakai sekitar kurang dari USD100 atau Rp1,3 juta. Saya kirim Rp 2 juta sekaligus tip untuk sopir,” tulis Fadli, dalam surat yang ditujukannya kepada Menteri Luar Negeri, Retno Marsuadi.

Tak hanya itu, Fadli juga memberikan keterangan pers yang memuat enam poin pernyataan. Antara lain, politikus Partai Gerindra itu mempertanyakan perihal bocornya surat permintaan fasilitas itu.

Bocornya surat tersebut, kata Fadli, telah membuat anaknya terganggu dalam kursus teater di Stagedoor Manor. Karena surat tersebut memuat nomor telepon putrinya, yang lantas kebanjiran pesan pendek ihwal perkara ini.

Fadli juga balik menekan, dengan mendesak KBRI membuka data orang-orang yang mendapat bantuan fasilitas dari mereka. “Saya ingin memastikan bahwa penyebarluasan berita ini bukan dalam rangka diskriminasi karena saya termasuk politisi yang berada di luar pemerintahan,” kata Fadli.

Seluruh informasi itu termuat pula lewat kicauan akun Twitter @fadlizon, Selasa (28/6/2016). Dalam media sosial juga muncul sindiran atas ganti rugi yang dikeluarkan Fadli Zon. ‘’Emangnya KJRI, taksi uber..sombong amat yah…” tulisnya. (red)

Berita Terkait