Gara-gara Ayam Kesayangan Hilang Kapolsek Majauleng Aniaya Siswa SMP

Loading

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

BONE, (TubasMedia.Com) – Hanya gara-gara ayam jago kesayangannya hilang, seorang Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) yang bertugas di Kepolisian Resor Wajo, Sulawesi Selatan, tega menganiaya salah seorang remaja yang merupakan siswa SMP.

Peristiwa yang menimpa Resky Wahyudi (14), siswa kelas I SMP Bajoe ini terjadi pada Minggu (10/2) sekitar pukul 19.00 Wita. Antara tersangka dan korban merupakan tetangga di Jalan Kesehatan, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone.

Resky menceritakan, saat itu ayam jago milik AKP Rusli Pakaya, Kapolsek Majauleng, Kabupaten Wajo ini hilang digondol maling. Lantaran mencurigai Resky sebagai pelaku pencurian, Rusli kemudian mendatangi rumah korban, dan langsung menginterogasi Resky hingga berujung penganiyaan.

“Dia tuduh saya curi ayamnya, makanya dia tampar dan tinju saya. Padahal, bukan saya yang ambil itu ayam. Dia paksa saya agar menunjukkan dimana itu ayam,” keluh Resky.

Akibat penganiayaan itu, korban menderita robek pada bagian bibir sehingga korban terpaksa tak masuk sekolah.
Orangtua korban yang menyaksikan anaknya diperlakukan demikian, langsung melapor ke Polres Bone. “Masak anakku dipukul di depan orang banyak. Dia paksa terus anakku tunjukkan itu ayam, padahal bukan dia yang ambil,” ungkap Hj Wardah, ibu Resky.

Sementara itu, AKP Rusli yang dikonfirmasi secara terpisah berkilah telah menganiaya Resky. Dia mengaku hanya memberikan pembelajaran kepada korban. “Saya tidak pukul dia, hanya diajari. Lagian dia itu anak didik saya, dan memang selama ini terkenal nakal dan suka mencuri. Waktu saya tampar, dia menunduk, makanya kena mata sama bibirnya,” kata AKP Rusli.

Namun, pihak Polres Bone membenarkan telah meneriam laporan korban. Kini kasus tersebut sedang diselidiki sesuai undang-undang yang berlaku. “Laporannya telah kami terima, dan sementara kami melakukan penyelidikan. Adapun pasalnya tetap dikenakan pasal Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA),” tegas AKP Andi Iqbal, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Bone. (red/anthon)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS