Gas untuk Industri Petrokimia di Papua Aman

Laporan: Redaksi

Dirjen Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto

Dirjen Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto

JAKARTA, (Tubas) – Kebutuhan gas bagi pengembangan industri petrokimia terpadu di Tangguh, Papua, bisa dipastikan aman. Pasalnya, cadangan gas di sana lebih dari cukup.

Dirjen Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto mengungkapkan, kebutuhan gas untuk pengembangan industri petrokimia di sana, diperkirakan mencapai 300 juta kaki kubik per hari (MMscfd). “Cadangan gas di Tangguh cukup besar dan siap produksi,” ujarnya.

Panggah mengatakan, rencana bisnis untuk pengembangan kawasan industri itu akan tuntas dalam dua pekan mendatang. Menurutnya, masalah prinsip dalam pengembangan kawasan industri itu sudah hampir semua terselesaikan.

Rencana bisnis itu di antaranya membahas rencana pengembangan yang akan dilakukan, kebutuhan bahan baku dan juga energi. Menuurut Panggah, pengembangan industri petrokimia terpadu akan difokuskan untuk memproduksi methanol, amoniak dan kemungkinan dilanjutkan dengan produksi pupuk.

“Ke depan, kawasan industri itu juga bisa dikembangkan untuk memproduksi produk hilir lainnya, seperti ammonium nitrat untuk kebutuhan bahan peledak,” imbuhnya.

Menteri Perindustrian MS Hidayat menyebutkan, rencana bisnis pengembangan kawasan industri itu disusun bersama dengan asosiasi dan lembaga terkait lainnya. Menurutnya, dalam rencana bisnis itu, sudah ada kajian manfaat gas bumi dan biayanya. “Gas bumi juga akan dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan dan pengembangan food estate di Papua,” kata Hidayat. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar