Gaya Hidup Dipengaruhi Uang

fa-6

Oleh: Fauzi Aziz

 

PERPUTARAN uang di dunia telah mencapai jutaan triliun dolar AS. Uang menjadi magnitude dan memililki daya tarik yang tinggi bagi si kaya maupun si miskin karena mereka ingin memilikinya. Money is king of the king, sehingga saking didewakannya bisa mengubah pandangan hidup dan gaya hidup seseorang atau sekelompok orang di berbagai belahan dunia.

Sekarang ini peradaban telah dipimpin uang, sehingga setiap perubahan yang terjadi selalu ada peran uang di dalamnya. Pandangan hidup dan gaya hidup sudah sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh uang.

Percaya atau tidak faktanya sudah terjadi seperti apa adanya.Tidak punya uang, rela berhutang.Tidak punya uang menjadi lupa diri, kehilangan akal sehat, sehingga akhirnya harus merampok, korupsi dan menggelapkan serta menggandakan uang milik orang lain dengan cara menipu.

Gaya hidup hemat bergeser menjadi boros hanya karena uang. Begitu pula ketika hedonisme semakin mendunia, gaya hidup yang produktif bergeser menjadi konsumtif. Banyak lagi yang bisa diungkap ketika ekonomi keuangan telah menjadi standar dan sistem untuk menggerakkan perekonomian dewasa ini.

Kita akhirnya diperkenalkan adanya pasar uang, yang pada zaman dulu hampir tidak ada kecuali hanya ada sebagai alat pembayaran dalam satu transaksi. Bahkan yang ada di masa lalu, kita dikenalkan sistem barter.

Kini semua kegiatan di dalam aspek kehidupan telah bergantung pada uang dengan segala sistem yang dikembangkan bagaimana cara mendapatkan uang dan bagaimana cara mengelola keuangan agar nilai tukarnya stabil.

Dalam bahasa yang lebih akademis, kita diperkenalkan dengan istilah likuiditas. Artinya dalam kehidupan ini hampir tidak ada yang tidak memerlukan likuiditas yang benar-benar likuid untuk membayar dan membiayai berbagai keperluan.

Dalam konteks negara, setiap negara pasti memiliki APBN dan cadangan devisa dalam jumlah yang cukup besar untuk mendanai berbagai keperluan pembelanjaan dan pembiayaan negara.

Pasar uang dan pasar modal di Indonesia sudah berkembang sejak Indonesia menjadi pasien IMF tahun 1998, pasca krisis likuiditas menimpa Indonesia. Ekonomi Indonesia telah menjadi liberal dan praktis negeri ini telah menjadi salah satu negara di dunia tempat berbisnis uang.

Menjadi tempat para pelaku casinocapitalism  melipatkangandakan uangnya di negeri ini, melalui kegiatan investasi, trading bahkan spekulasi. Aksi profit taking di pasar uang dan pasar modal marak saban hari berlangsung dan negara menjaganya dengan menciptakan lingkungan yang selalu atraktif agar pelaku pasar betah melakukan kapitalisasi pasar di Indonesia.

Uang telah mendunia dan faktanya telah berhasil menggusur pandangan hidup dan mengubah gaya hidup. Bangsa ini juga terdampak sehingga pragmatisme telah menggeser pandangan hidup bangsa Indonesia dan gaya hidupnya telah menjadi hedonis.

Dalam konteks ATHG dampak berkembangnya ekonomi keuangan berbasis kapitalisme dan liberalisme perlu disikapi dengan bijaksana karena Indonesia telah berada dalam sirkulasi tersebut. Bagaimana pemerintah dan masyarakat menyikapi perkembangan yang terjadi dalam sistem keuangan yang telah sangat berkembang melampaui batas-batas fungsinya yang utama sampai mampu mempengaruhi pandangan hidup dan gaya hidup, perlu pemikiran bersama mencari solusinya.

Globalisasi barangkali akan mengalami kebangkrutan ketika semua negara sudah makin bertumpuk-tumpuk hutangnya karena masing-masing memerlukan likuiditas yang sangat besar. Ekonomi akan macet dan bangkrut karena likuiditasnya mengering.

Pandangan hidup dan gaya hiduppun telah mengalami pengeringan. Yang masih hidup adalah pragmatisme dan hedonisme. Kalau sudah tersesat dan terjebak dalam kesulitan yang bertumpuk, manusia biasanya pandai berkelit. Di saat itu, semoga lahir pandangan hidup baru dan gaya hidup baru yang bijak dan manusiawi. Boleh jadi, uang akan kembali fungsinya yang utama sebagai alat pembayaran yang sah. Satu dolar bisa ditukar dengan satu rupiah. Begitu juga satu rupiah bisa ditukar dengan satu euro, yen, remimbi, real dan lain-lain dengan nilai yang sama. Aple to aple. Dengan cara ini casinocapitalism bisa punah, korupsi bisa berkurang dan kegiatan spekulasi dan penggandaan uang akan semakin berkurang, sehingga stabilitas sistem keuangan global dapat terjamin. (penulis adalah pemerhati masalah sosial ekonomi).

Humbanghas
Humbanghas

Berita Terkait

Komentar

Komentar