Gejolak Hati, Pergumulan Dahsyat Terpidana Mati

160115-RAGAM-1

SEMARANG, (tubasmedia.com) –  Tak seorang pun mengetahui gejolak apa yang terjadi di dalam benak hati dan pikiran seseorang ketika dengan kesadaran penuh harus meregang nyawa di hadapan juru tembak penegak hukum.

Gejolak itu mungkin menjadi sebuah pergumulan dahsyat bagi terpidana mati Tran Thi Bich Hanh (37) ketika diberitahu pada hari Minggu (18/01/2015) dini hari dia akan dieksekusi.

Perempuan asal Vietnam itu sadar betul kapan kedatangan sakral maut itu menghampiri nyawanya dilepas dari raga. Peluru hukum akan menembus tepat di denyut jantung, sebagai timbal balik jerih payah selama tahunan menjarah harta benda di dunia perdagangan narkoba. Kini segalanya menjadi punah ditelan bius narkoba seiring tapak liang kubur.

Untuk menghindari berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan, kini Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Bulu Semarang tempat terpidana mati itu bermukim, mendapat kawal pengamanan ketat dari Polrestabes Semarang. Di bagian dalam pada gate 2 lima personil polisi siaga penuh.

Kalapas Wanita Bulu, Suprobowati mengatakan penjagaan dari kepolisian memang didatangkan dari Polda Jawa Tengah. Hal itu dilakukan menjelang dieksekusinya terpidana mati Tran Thi Bich Hanh.

Tran Thi Bich Hanh atau yang akrab dipanggil Asien terlibat kasus penyelundupan 1,1 kilogram sabu di Bandara Adi Soemarmo. Pada 22 November 2011 Pengadilan Negeri Boyolali menjatuhkan hukuman mati terhadap Asien. Upaya banding, kasasi hingga Peninjauan Kembali (PK) yang dia perjuangkan itu pun tak berhasil. Bahkan permohonan grasi dengan harapan mendapat pengampunan dari Presiden Joko Widodo juga ditolak pada 30 Desember 2014. (marto tobing)

Berita Terkait