GMKI Tolak Kekerasan atas Nama Agama

Laporan: Redaksi

GMKI

MEDAN, (Tubas) – Puluhan mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Medan, berunjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Utara, Jumat (11/2). Dalam orasinya mereka menolak segala bentuk kekerasan di Indonesia yang mengatasnamakan suku, agama dan ras.

“Di mana lagi para pemimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia ini sekarang, yang katanya memiliki dasar serta menjunjung tinggi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, tapi sekarang nyatanya telah banyak terjadi kekerasan di Indonesia yang mengatas namakan suku, agama dan ras, yang bahkan sampai sekarang belum ada juga penyelesaiannya,” ujar Koordinator Aksi dari GMKI Cabang Medan, Supriadi Purba.

Dikatakannya, kebebasan memeluk dan menjalankan agamanya seperti tertuang dalam UUD 1945 Pasal 29 terusik atas perbuatan-perbuatan penindasan kebebasan seseorang untuk memeluk agama, seperti penyerangan terhadap Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Jawa Barat, serta pembakaran gereja di Temanggung Jawa Tengah serta penutupan gereja di Bekasi.

GMKI Cabang Kota Medan, kata Supriadi, meminta para pelaku kekerasan ditindak tegas dan mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh tindakan-tindakan yang merusak toleransi, kerukunan dan persaudaraan antar sesama.

Karena itu, tegas Supriadi, GMKI Cabang Kota Medan menyatakan sikap meminta agar pemerintah menjamin keamanan setiap warga negara dalam menjalankan kepercayaannya. “GMKI juga turut prihatin terhadap korban intoleransi serta sangat menolak segala bentuk kekerasan yang mengatas namakan suku, agama dan ras,” ujarnya. ***

Berita Terkait

Komentar

Komentar