Grebeg Tengger Tirto Aji, Melestarikan Budaya

Laporan : Redaksi

ilustrasi

ilustrasi

MALANG, (TubasMedia.Com) – Upacara Pengambilan Air Suci atau Grebeg Tengger Tirto Aji dilaksanakan masyarakat Suku Tengger di Sendang Suci Wendit, Kamis (27/6). Tepatnya di Sumber Air Mbah Kabul dan Mbah Gimbal Taman Wisata Air Wendit di Kecamatan Pakis.

Masyarakat suku Tengger yang jumlahnya kurang lebih 1.500 orang, datang dari empat kabupaten di sekitar Gunung Bromo, yaitu Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Pasuruan. Seperti disampaikan Kepala Desa Ngadas, Mujiono, upacara adat Tengger Tirto Aji memiliki banyak makna sesuai dengan pemahaman dan keyakinan Suku Tengger, di antaranya, untuk penyembuhan, penanggulangan hama dan penyubur tanaman.

Margono, selaku Ketua Panitia Grebeg Tengger Tirto Aji, menjelaskan, tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah memupuk rasa persaudaraan di antara pemeluk agama dan melestarikan budaya bangsa khususnya adat Tengger yang sudah dikenal sampai mancanegara.

“Selain sebagai bentuk dukungan Tahun Kunjungan Wisata Kabupaten Malang tahun 2013, kegiatan ini dilaksanakan atas gagasan para sesepuh tengger yang selama ini meyakini bahwa sumber mata air Wendit yang berada di Taman Wisata Air Wendit merupakan sumber mata air yang dapat membawa berkah dan manfaat dalam melakukan cocok tanam di kehidupan masyarakat tengger,” katanya.

Margono berharap, ke depan kegiatan ini bisa dijadikan sebagai salah satu agenda tahunan dan dapat dimasukkan dalam kelender event tingkat kabupaten, provinsi bahkan nasional.

Dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. H. Abdul Malik, MSi., Bupati Malang Rendra Kresna menyambut baik kegiatan ini, karena selain sebagai wujud peran masyarakat dalam melestarikan budaya, juga sebagai wujud nyata peran aktif masyarakat Suku Tengger pada khususnya dalam upaya menggali, mengembangkan dan mendayagunakan potensi kepariwisataan adat Tengger selain Upacara Kasada, dan Upacara Adat Karo yang selama ini lekat dengan masyarakat Suku Tengger.

Dengan kegiatan ini, diharapkan makin memperkuat image masyarakat Suku Tengger yang memiliki adat budaya yang senantiasa lestari dan terjaga hingga saat ini. Selain itu, kegiatan ini merupakan kegiatan inovatif yang terinspirasi dari keunikan budaya di Kabupaten Malang dan diharapkan dapat menjadi agenda wisata budaya yang berdaya saing tinggi, sehingga mampu memberikan kontribusi optimal bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang. (yusron)

Topik :

Berita Terkait

Komentar

Komentar