Gubsu Edy Dipolisikan Pelatih Biliar

MEDAN, (tubasmedia.com) – Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting berharap Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi tak menjewer orang lagi setelah dipolisikan pelatih biliar untuk tim Sumut di PON Papua. Baskami mengingatkan Edy bahwa setiap orang punya harga diri.

“Pak Gubernur, untuk kedua kali jangan gitu lagi lah. Orang kan punya harga diri. Kalau harga diri ini kan nggak bisa diukur dari segi apa pun,” ucap Baskami kepada wartawan, Senin (3/1/2022).

Persoalan ini berawal dari Edy yang menjewer pelatih biliar untuk tim PON Sumut bernama Khoirudin Aritonang atua Choki saat pemberian tali asih. Video aksi Edy menjewer Choki itu viral.

Dalam video yang viral, Edy melakukan hal itu setelah menanyakan kepada Choki alasannya tidak tepuk tangan.

Edy kemudian menjelaskan alasannya menjewer pelatih biliar tersebut. Edy mengatakan dia melakukan itu karena Choki tertidur saat acara.

“Pelatih saya, saya ngumpul begini, dia tidur,” ucap Edy di rumah dinas Gubsu, Medan, Rabu (29/12).

Choki pun menceritakan dampak dari Edy melakukan hal itu terhadapnya. Sambil menangis, Choki mengatakan malu karena peristiwa itu.

“Belum lagi kejadian, ada anak saya. Merasakan malunya. Mohon maaf, cemana pun saya malu sekali, betul,” kata Choki di saat konferensi pers di Medan, Kamis (30/12).

Persoalan Edy menjewer Choki ini terus bergulir. Choki akhirnya membuat laporan ke polisi setelah somasi yang dilayangkan ke Edy untuk menuntut permohonan maaf tidak ditanggapi.

“Tindak lanjutnya, hari ini kami membuat pelaporan atas kejadian itu,” ujar pengacara Choki, Teguh Syuhada Lubis, usai membuat laporan di Mapolda Sumut. (sabar)

Berita Terkait