Hadapi Resesi Global, PT MAS Perluas Pasar ke Banyak Negara

Di Show Room

 

SUKOHARJO, (tubasmedia.com) – Salah satu strategi mengantisipasi isu resesi global yang disebut-sebut akan terjadi 2023, PT Multiasa Abadi Sentosa (PT MAS) Sukoharjo, akan memperluas pangsa pasarnya ke banyak negara.

‘’Tidak boleh tidak, pasar kita harus multi negara tidak bisa lagi hanya mengandalkan negara-negara tertentu. Kalau tidak, kita akan dilibas oleh resesi global,’’ kata Direktur Utama PT MAS, Hendro Suseno dalam pertemuan dengan wartawan di kantornya, Sukoharjo, pekan silam.

Hendro Susena saat itu didampingi stafnya,  Direktur Umum, Harrison Silaen, Direktur Operasi, Kusmiyati dan Direktur Pemasaran,Yulia Laksmindrawati.

Selain itu, PT MAS juga berniat mengembangkan jenis produk, melakukan difersifikasi produk serta membuat produk-produk yang harganya terjangkau buyers sebab ketika resesi terjadi, daya beli konsumen akan mengalami penurunan.

‘’Kita akan sesuaikan jenis produk dan juga harga dengan selera dan kekuatan konsumen di mancanegara,’’ tambah Yulia.

Selain itu tim desain PT MAS juga akan semakin menggiatkan semangat menciptakan desain-desain baru agar selera para konsumen di pasar ekspor dapat terlayani.

Selama ini memang produk-produk yang diekspor adalah merupakan hasil ciptaan desainer PT MAS walau tidak sedikit juga diantaranya yang diproduksi berdasarkan desain yang yang diberikan konsumen.

PT MAS yang menerima penghargaan Upakarti Tahun 2022 dari Kementerian Perindustrian, bergerak di bidang produk handicraft dimana 100 persen produknya dipasarkan ke beberapa negara seperti Amerika Serikat, Eropa, Inggris, Prancis, Australia adan Spanyol. Dan bahan baku yang digunakan, seratus persen berasal dari dalam negeri. ‘’No impor,’’ kata Hendro.

Sekitar 70 persen produk PT MAS mengisi pasar Amerika Serikat dan 30 persen untuk pasar Eropa. Namun nilai ekspor PT MAS periode 2022 mengalami penurunan menjadi hanya Rp 50 miliar dari Rp 78 miliar periode 2021.

Dirut PT MAS, Hendro Suseno di show room

 

Ribuan UMKM

Untuk melayani permintaan konsumen di luar negeri, PT MAS menggandeng ribuan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang tersebar di sejumlah daerah di Indonesia.

Di Kabupaten Sukoharjo saja, kata Hendro terdapat sekitar 500 pelaku UMKM yang dilibatkan dalam produksi handicraft. Sedangkan pelaku UMKM lainnya tersebar dibeberapa daerah seperti di Jawa Timur, Jawa Barat, Lombok dan lainnya. Total pelaku UMKM yang digandeng untuk memproduksi produk handicraft  tercatat sekitar 3.000 UMKM.

Tidak berhenti sampai disitu, menurut Hendro pihaknya akan terus berusaha menambah jumlah UMKM yang jadi mitra kerja PT MAS. Pasalnya lanjut Hendro, semakin banyak UMKM di negeri ini, maka ekonomi masyarakat akan semakin cepat meningkat dan membaik.

PT MAS juga mengadakan pelatihan di lembaga pemasyarakat (Lapas) sebab menurut Hendro, PT MAS sebagai perusahaan tidak hanya berorientasi komersil saja. Melainkan juga menjalankan fungsi sosial dengan membantu masyarakat.

‘’Keterlibatan pelaku UMKM dimaksudkan agar mereka bisa mandiri dalam mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan perekonomian,’’ jelasnya. (sabar)

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.