Halo Warga NKRI, Maukah Anda Bersatu?

Oleh: Sabar Hutasoit

 

TOLONG kita seluruhnya warga NKRI (Negara Kesatuan republikIndonesia) bersatu padu, bahu membahu menolong negeri ini agar cepat keluar dari bencana virus corona – covid19.

Mari kita warga republik ini sama-sama minta pertolongan kepada Tuhan Yesus kiranya malapatekan ini secepatnya disingkirkan. Dari bumi Indonesia dan juga dari muka bumi ini

Hindarilah debat, nyinyir, mencibir, saling menyalahkan karena secara jujur tidak ada satupun diantara kita yg benar, semuanya pernah melakukan dan sampai kini menyimpan kesalahan.

Emang ada diantara kita yang murni baik dan jujur ? Coba angkat jari tinggi-tinggi.Tidakada kan? Karenanya, ayo bersatulah dan saling mencela yang satu merasa dirina paling benar dan yang lain selalu salah.

Khusus serangan virus corona ini, secara jujur tidak ada yang salah di negeri ini. Siapa coba tunjuk. Buka kesalahan kebijakan, bukan kesalahan aturan dan bkan salah ngomong, Ini murni bencana, bencana alam yang melanda hampir seluruh dunia.

Andaikata bencana ini diakibatkan kesalahan kebijakan sistem ekonomi dan aturan kesehatan yang tidak memihak rakyat misalnya, rame-rame kita demo pemerintah meminta kebijakan itu ditarik dan segera ditinjau ulang. Ini tidak demikian adanya.

So, para ahli, khususnya yang mengaku pakar dan para akrobat politik, yang suka dan sangat bebas mengeluarkan pendapat yang tidak mendukung upaya penyelamatan negeri ini dari serbuan virus corona, sadarlah, menahan dirilah dan bila perlu berubah sikap.

Ingat, virus corona tidak mengenal agama,tidak mengenal ras, tidak mengenal partai politik, tidak mengenal kaya dan miskin, artinya semua orang, mau pakar, mau politikus ulung, mau jago ngomong, mau orator dan mau orang-orang yang dekat dengan kekuasaan, semuanya bisa dimasuki virus mematikan tersebut

Untuk itu sekali lagi penulis himbau, kalaupun selama ini ada perbedaan politik diantara kalian para akrobat politik (dan pasti ada), saat ini lupakan, fokuslah menyelamatkan negeri ini dari serbuan si corona Maukah para sobatsssss… (penulis seorang wartawan, tinggal di Jakarta)

Berita Terkait

Komentar

Komentar