Harga Anjlok, Petani Kopi Menjerit

Pekerja diladang Oppu Burju Ompusunggu sedang memetik kopi (edison Ompusunggu)

DOLOKSANGGUL, (tubasmedia.com) – Petani kopi Kecamatan Lintongnihuta dan Paranginan Kabupaten Humbang Hasunsuta (Humbahas) semakin menjerit karena harga biji kopi menyentuh level paling rendah sepuluh tahun terakhir.

Kopi Lintong dan Kopi Paranginan yang dikenal dengan mutu paling baik di Sumatera Utara bahkan telah mendunia, kini harganya jatuh terpuruk hingga menyentuh Rp 17.000 perkilo gramnya. Keterpurukan harga kopi tersebut sangat berpengaruh bagi perekonomian  masyarakat Lintongnihuta Paranginan.

Kopi selama ini merupakan primadona hasil bumi dari dataran tinggi Humbahas kini aromanya semakin tidak sedap bagi petani. Hal itu disampaikan Parlin Manullang dan Fendi Rajagukguk Petani Kopi di Batugaja Paranginan Utara, Senin, (22/2) di ladangnya.

Parlin kepada tubasmedia.com mengaku kaget setelah kopi yang dijualnya ke salah satu penampung kopi terbesar di Lintongnihuta Humbahas UD Swizera hanya dihargai Rp 16.000/kg “ini baru pertama terjadi dengan harga serendah itu” ungkap Parlin.

Ompu Burju Ompusunggu, petani kopi di Batugaja juga mengatakan hal yang sama. dia yang hanya mengandalkan tenaga orang lain untuk memetik kopi di ladangnya, mengaku sangat berat mengandalkan biaya hidup dari hasil kopi saat ini.

Kata dia, selain harga yang anjlok, buah kopi juga kurang memuaskan “hasil panennya bagi dua dengan pekerja, pada hal biaya perawatan kopi dan pupuk cukup lumayan tinggi” jelasnya.

Kopi dari Lintongnihuta dan Paranginan beberapa tahun lalu pernah mencatatkan harga hingga Rp 38.000 perkilogramnya namun seiring waktu harga jual biji kopi itupun berangsur-angsur turun, namun masih di kisaran hingga Rp 25.000 perkilonya. Namun, setelah dunia dilanda pandemi Covid 19 harga biji kopi anjlok pada titik paling rendah. bahkan, beberapa usaha penampung kopi sempat berhenti tidak menerima biji kopi.

Pada hal Kopi Lintongnihuta dan Kopi Paranginan dikenal dengan kwalitas paling bagus dengan  aroma yang khas dan sudah dikenal di Manca Negara hingga ke Negeri Paman Sam.

Masyarakat petani kopi saat ini berharap kepada Pemerintah untuk membantu petani dengan mencari solusi agar petani kopi tidak semakin hancur. (edison ompusunggu)

Berita Terkait

Komentar

Komentar