Harga BBM di RI Mengandung Keanehan

images

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Ekonom Faisal Basri mempertanyakan kebijakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mengandung keanehan.

Kata Faisal, harga minyak dunia saat ini, berada di level US$ 27 per barel. Maknanya, harga BBM di dalam negeri harusnya turun dalam jumlah yang signifikan.

Alih-alih bisa mengimbangi penurunan harga minyak dunia, harga BBM di dalam negeri justru tergolong mahal. Bandingkan dengan Malaysia yang mematok premium beroktan 95 lebih murah di banding Indonesia. “Ingat, RON 95 di Malaysia hanya Rp 5.500 per liter,” kata Faisal di Jakarta, Jumat (22/1/2016).

Saat ini, lanjut Faisal, harga BBM jenis premium beroktan 92 atau dikenal Pertamax dibanderol Rp 8.350 per liter. Sedangkan premiun RON 95 atau Pertamax Plus dibanderol Rp 9.250 per liter.

Jadi, pernyataan mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas ini, tidak asbun alias asal bunyi. Bahwa harga premium di negeri jiran masih lebih murah dibanding Indonesia.

Tak hanya soal itu. Faisal juga mempersoalkan disparitas harga antara premium dengan premium varian baru yakni pertalite. Harga premium saat ini Rp 7.150 per liter sementara pertalite Rp 7.800 per liter.

Artinya ada selisih atau disparitas sebesar Rp650 per liter. Nah, angka inilah yang menimbulkan tanda tanya besar. “Masa perbedaan harganya tipis sekali. Siapa yang bohong ini?” kata Faisal.

Faisal melanjutkan, Pertamina kerap berdalih adanya biaya pengadaan dan storage yang menjadi salah satu faktor pembentuk harga BBM. Ironisnya, Pertamina tidak pernah bersikap transpran atas pernyataan tersebut. “Ya buka saja semua soal harga storage, ngomongnya enggak transaparan,” tutur ekonom yang hobi memakai tas rangsel ini. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar