Harga Kebutuhan Pokok Ikut Naik

index

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Masih tingginya harga daging sapi dikeluhkan para pemilik warung makan. Lantaran, ketika daging sapi mahal maka kebutuhan pokok lainnya ikut mahal.

Maryam (45), pemilik warung makan di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, Senin (8/2/2016), mengeluhkan soal harga bahan pangan yang menjulang tinggi. Jadi, tidak hanya harga daging saja yang memberatkan.

“Yah, mending kalau hanya daging yang naik. Ini kan tidak begitu. Hampir semua bahan pokok, harganya pindah bukan naik. Kita yang jualan makan jadi susah,” tutur Maryam seperti dikutip INILAHCOM.

Maryam mengaku harus mencari strategi untuk menghindari kerugian. Kalaupun menaikkan harga, rasa-saranya sulit. Karena dia takut pelanggan lari.

“Bisa-bisa kita aja. Terpaksalah kita kurangi menu makanan yang berbahan daging sapi. Kalaupun ada, ukurannya terpaksa diperkecil. Daripada dinaikkan, nanti warung saya sepi mah,” ungkapnya.

Menurut Maryam, semenjak harga daging sapi di kisaran Rp 120 ribu hingga Rp 130 ribu per kilogram, keuntungan dari usaha warungnya mengecil. Tak jarang hanya impas.

“Pemerintah harus mempertimbangkan kebutuhan rakyat kecil. Jika harga daging sapi mahal, masyarakat yang ekonominya kecil makin susah membelinya,” terang Maryam.(red)

Berita Terkait

Komentar

Komentar