Harga Telur dan Ayam Ras di Jakarta, Melejit Naik

20140602_114324_teeeeeeeeee

JAKARTA, (tubasmedia.com) -Berdasarkan pantauan Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, inflasi Jakarta pada 2016 masih relatif rendah, di bawah 4%. Inflasi mengalami peningkatan menjelang puasa (Mei 2016) dan selama bulan puasa (Juni 2016).

Meningkatnya inflasi saat Ramadan dan persiapan Idul Fitri didorong oleh ekspektasi harga masyarakat dan meningkatnya permintaan. Kenaikan harga yang cukup signifikan terutama terjadi pada kelompok bahan pangan, yaitu daging ayam ras dan telur ayam ras.

Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta, Doni P Joewono, mengungkapkan kenaikan harga ayam dan telur ini akibat terbatasnya pasokan day old chick (DOC-anak ayam) alias bibit ayam, yang membuat pasokan daging ayam ke pasar berkurang.

“Sampai Jumat pekan lalu yang paling naik daging ayam ras dan telur ayam. Daging sapi relatif tidak tinggi. Khusus untuk ayam, ternyata kenaikan karena stoknya di pasar tidak ada. Setelah diteliti namanya DOC terbatas,” kata Doni dalam media gathering di Restoran Bebek Bengil, Jakarta, Senin (27/6/2016).

Untuk mengatasi lonjakan harga ayam ini, Gubernur DKI Jakarta, Ahok berencana menugaskan PD Dharma Jaya, BUMD milik Pemprov DKI Jakarta, untuk operasi pasar daging ayam.

“Inflasi Jakarta kebanyakan karena daging ayam dan telur ayam. Pak Ahok minta apakah Dharma Jaya terjun juga ke ayam sama seperti ke sapi,” katanya.

Kenaikan daging ayam mencolok terjadi di Kota Jakarta Selatan. “Kalau daging sapi paling naik harganya di Jakarta Utara. Kalau telur ayam relatif sama kenaikannya di seluruh Jakarta,” kata Doni.(red)

Berita Terkait