Hati-hati Banyak SPBU Lakukan Penipuan

Bensiun-Premium-Baru-Pertal

JAKARTA, (tubasmedia.com) – PT Pertamina (Persero) menyadari masih banyak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) rekanan swasta di sejumlah daerah tidak sesuai standar, atau syarat baku aturan perseroan.

Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang memaparkan, hal itu terjadi lantaran minimnya periode pengawasan yang dilakukan. Di beberapa daerah pengecekan hanya terjadi enam bulan sekali.

“Memang di beberapa daerah ada yang tidak standar. Sekarang Dinas Metrologi ada di bawah kota dan pemerintah daerah. Ada beberapa kota yang menstandaarkan enam bulan sekali,” kata Bambang di Jakarta, Rabu (17/2/2016).

Bambang menambahkan, pengecekan yang sering dilakukan oleh dinas terkait adalah tera meter. Seringkali tera meter ini disalahgunakan sedemikian rupa sehingga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sampai ke konsumen tidak akurat atau tidak sesuai takaran yang seharusnya.

“Nah udah disegel dan dikasih itu pun mungkin ada yang bermain segelnya dibongkar,” katanya.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebelumnya menyatakan pada tahun 2015 sebanyak 30% dari 60% jumlah SPBU di pantai utara (pantura) Jawa melakukan kecurangan.

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tata Niaga Kemendag, Widodo menjelaskan banyak SPBU menggunakan tera meter tidak sesuai. Semisal, jika konsumen membeli BBM 10 liter, maka tera meter menunjukkan angka serupa. Namun faktanya yang sampai ke konsumen tidak sebesar itu. “Pelanggaranya itu melampaui ambang batas 0,5 persen. Rata-rata terakhir 2 persen,” ujarnya. (sabar)

Berita Terkait