Hati-hati Jamu Dioplos Obat Keras

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

MALANG, (Tubas) – Konsumen jamu sebaiknya makin hati-hati memilih toko jamu. Pasalnya masih ada toko jamu yang nekad berjualan jamu yang dioplos dengan obat keras. Bahkan, obat yang disediakan untuk campuran jamu tersebut biasa dipergunakan untuk penyakit hipertensi dan diabetes.

Hal ini terungkap saat tim pengawasan obat dan makanan, melakukan pemantauan di kawasan Pasar Dampit, pekan lalu. Awalnya tim tidak menemukan hal-hal yang mengkhawatirkan saat memasuki sebuah toko jamu di Pasar Dampit Unit I, tetapi setelah laci di bawah meja penyajian kepada konsumen jamu dibuka, ternyata di dalamnya terdapat berbagai macam obat-obat farmasi yang ditengarai dicampurkan ke jamu.

“Obatan-obatan itu hanya untuk persediaan saja, tidak kami campurkan,” elak Ardian, pemilik toko jamu tersebut. Tetapi, para pemantau tidak percaya begitu saja. Satu per satu obat-obatan farmasi di dalam laci diambil sampelnya, di antaranya Lasix (obat keras untuk hipertensi) dan Gilbenclamide (obat keras untuk diabetes). Semakin mencurigakan lagi, obat-obatan tersebut telah disiapkan untuk satu porsi minum.

Selain itu, tim juga menemukan obat keras seperti Acyclovir (obat herpes), Alletrol (obat tetes mata), Tetrachlor, Incidal (anti alergi) dan Immodium (obat diare). Tim sempat dibuat terheran-heran karena di toko itu juga dijual Pil KB Andalan. Padahal jelas tertulis di label “obat tidak untuk dijual”. Semua barang bukti tersebut disita tim dan diserahkan ke Polres Malang untuk diproses.

Sebelumnya di Pasar Dampit Unit II dan III, ditemukan berbagai produk makanan yang sudah kadaluwarsa, seperti mie kering, terasi dan pewarna makanan masih mendominasi. Bahan terlarang seperti boraks, mudah ditemui di hampir setiap toko.

“Bahaya boraks harus disosialisasikan lagi supaya para pedagang mengerti dan tidak menerima lagi kiriman boraks dari sales,” timpal beberapa anggota tim. (yus)

Humbanghas
Humbanghas

Berita Terkait

Komentar

Komentar