Hentikan Ribut-ribut Soal Parpol, Fokuslah kepada Kepentingan Rakyat

Oleh: Sabar Hutasoit

 

SEPERTI kita semua tahu, bahwa ancaman virus corona masih menghantui kenyaman hidup dan kehidupan kami rakyat jelata. Tidak hanya ancaman kematian, tapi keberadaan ekonomi kami sudah sangat terancam, banyak yang PHK, banyak usaha yang tutup dan sebagainya yang membuat ekonomi kami terbirit-birit dan morat-marit.

Kami sangat menginginkan perhatian seluruh pihak penguasa negeri ini termasuk para pimpinan partai politik. Plis, berikan kesempatan kepada aparat yang peduli terhadap penderitaan kami rakyat papan bawah ini. Tak terceritakan lewat kata-kata bagaimana keadaan ekonomi kami yang sebenarnya saat ini.

Hanya orang yang peduli dan mau melihat langsung ke lapangan kondisi rakyat jelata, yang bisa memahami keberadaan ratusan juta rakyat jelata yang berada di papan bawah. Kalau hanya lewat kata-kata atau lewat berita media dan televisi, keadaan yang sebenarnya tidak akan menyentuh jantung hati yang paling dalam para penguasa.

Maka itu, lewat tulisan ini, kami rakyat jelata ingin menyampaikan pesan kepada semua pihak petinggi, hentikanlah ribut-ribut mengenai partai politik. Itu urusan intern partailah, jangan bawa-bawa negeri dan bangsa ini  dan tak usah pula bawa-bawa nama Presiden Jokowi. Beliau saat ini sangat dan teramat sangat sibuk ngurus negeri ini dan ngurus seluruh rakyat, tak hanya lapisan atas, tapi juga rakyat jelata.

Janganlah diganggu konsentrasi beliau, sebaiknya urus sendirilah partaimu, apapun yang terjadi pada partai anda, itu menjadi urusan intern anda saja.Terus terang, kami rakyat jelata ini tidak butuh partai, apalagi partai yang suka ngerecoki dan suka cengeng, kami tak butuh mereka.

Kami rakyat sadar kalau seluruh partai dan kadernya suka membuat janji muluk dan meniupkan angin sorga. Kami tahu pula kalau para kader lebih mengutamakan kepentingan partainya ketimbang kepengtingan konstituen.

Untuk itu apalagi dengan jaman susah sekarang, partai jangan ribut-ributlah, uruslah secara intern. OK, bapak-bapak petinggi, mengertikah kalian semua ? Kalau faham, terimakasih (penulis seorang wartawan)

Berita Terkait