HMJ S-1 Farmasi Gelar Seminar Nasional Pharmaceutical Care

index

SURAKARTA, (tubasmedia.com) – Peresepan obat pada geriatri merupakan salah satu masalah yang penting, karena dengan bertambahnya usia akan menyebabkan perubahan-perubahan farmakokinetik dan farmakodinamik.

Pemakaian obat yang banyak (polifarmasi), lebih sering terjadi efek samping, interaksi, toksisitas obat, dan penyakit iatrogenik, sering kali terjadi karena peresepan obat yang tidak sesuai dengan diagnosis penyakit dan berlebihan, serta ketidakpatuhan menggunakan obat sesuai dengan aturan pemakaiannya.

Dari data yang diperoleh, peresepan obat pada lansia berkisar sepertiga dari semua peresepan dan separuh dari obat yang dibeli tanpa resep digunakan oleh lansia. Secara keseluruhan, 80% dari lansia setiap hari menggunakan paling sedikit satu jenis obat. Dengan semakin meningkatnya jumlah lansia maka masalah peresepan obat pada lansia akan menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian khusus.

Mengingat pentingnya hal tersebut, maka HMJ S-1 Farmasi USB menggelar sebuah seminar nasional yang mengangkat tema “Pharmaceutical Care Dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Geriatri” di Gedung Graha Waris Sejahtera Solo, Minggu (3/4).

Tema ini diangkat untuk membuka wawasan tenaga farmasi di Indonesia agar bisa meningkatkan kesehatan para lansia dengan pemberian obat yang sesuai dengan kebutuhan mereka tanpa membahayakan kesehatan mereka. Seminar nasional ini sendiri diikuti oleh mahasiswa, praktisi kesehatan, dan masyarakat umum.

Hadir sebagai pembicara dalam seminar tersebut antara lain Dr. Dra. Agusdini Banun Saptaningsih, Apt., MARS. yang merupakan Sekretaris Direktorat Jendral Bina Pelayanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan, dr. I Dewa Putu Pramantara S., S.Sp.PD (KGer) dari RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta, Prof. Dr. RA Oetari, SU.MM. M.Si., Apt yang merupakan Dekan Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi Surakarta dan Dra. Siti Farida, Sp.FRS. Apt yang merupakan Kepala Instalasi Farmasi RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Ketua Panitia Seminar Nasional, M Wahyu Ariawan mengungkapkan, seminar ini diharapkan dapat memberi wawasan yang lebih luas mengenai peran apoteker dalam peningkatan kualitas hidup pasien geriatri, mematangkan persiapan farmasis menghadapi kesehatan pasien geriatri, serta memudahkan farmasis dalam memilih obat untuk para geriatri. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar