Humbahas Laksanakan Masa Transisi Pembelajaran Tatap Muka Tingkat SMP

DOLOKSANGGUL, (tubasmedia.com) – Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) akan melaksanakan masa transisi pembelajaran tatap muka tingkat SMP/MTs yang akan dilaksanakan, Senin 13 Juli 2020.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Humbahas, Joni Gultom di Dolok Sanggul, Jumat 10/7 usai mengadakan rapat kerja dengan kepala sekolah tentang kesiapan di sekolah masing masing.

Joni menyebut, pelaksanaan masa transisi pembelajaran tatap muka tingkat SMP/MTs itu dilaksanakan mengacu pada Surat Edaran Gubernur Sumatera Utara No. 205/GTCOVID-19/VII/2020 tentang penyelenggaraan pembelajaran tahun ajaran 2020/2021 dan tahun Akademik 2020/2021 di masa Pandemi Covid-19 di Sumut dan Surat Edaran Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor SE No.758/tahun 2020 tentang pelaksanaan pembelajaran tahun 2020/2021 dalam rangka pencegahan penyebaran  virus covid 19 di Kabupaten Humbang Hasundutan.

Sementara untuk transisi pembelajaran  tatap muka untuk tingkat SD/MI dilaksanakan paling cepat September  2020 dan untuk tingkat Pendidikan Anak Usia dini (PAUD) akan dilaksanakan paling cepat November 2020.

Selain itu katanya, dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka tingkat SMP/MTs, anak didik harus dibagi perkelompok paling banyak 18 orang per kelas dengan ketentuan masuk bergiliran 3 hari dalam seminggu dan 3 hari lagi Belajar Dari Rumah (BDR) yang tetap dipandu guru.

Tentang jadwal mata pelajaran tetap seperti biasa. Akan tetapi dikurangi waktu 10 menit per mata pelajaran dan anak didik tidak diperbolehkan  keluar main-main demi menghindari kerumunan.

Anak didik diwajibkan mengikuti protokol kesehatan dengan mencuci tangan, pakai masker dan physical distancing  minimal jarak persiswa 1,5 meter yang diawali dengan mengukur suhu badan dengan thermo gun.

Bersih-bersih

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Paranginan, Rinsan Sihite kepada tubasmedia.com mengatakan, sekolah yang dipimpinnya telah siap melaksanakan taransisi pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan.

“Kami telah mempersiapkan wastafel pada setiap kelas lengkap dengan hand sanitizer,masker,thermo gun serta physical distancing dan pengaturan kelompok belajar,” sebutnya sambil memperlihatkan wastafel dan mecoba airnya yang sangat bersih.

Di tempat terpisah, Hinsa R Sianturi Kepala SD 173316 Paranginan terlihat sibuk bersih-bersih di halaman sekolah bersama para guru.

Menurutnya, meskipun Sekolah Dasar belum diperbolehkan pembelajaran tatap muka, namun sekolah harus tetap bersih.

SD.173316 Paranginan adalah salah satu sekolah di Ibu Kota Kecamatan Paranginan yang paling bersih dan lengkap, namun menurut Hinsa sekolahnya membutuhkan pagar sekolah untuk menghindari anak-anak masuk dari belakang sekolah yang mungkin akan mengganggu kenyamanan sekolah itu. (edison ompusunggu)

Humbanghas
Humbanghas

Berita Terkait

Komentar

Komentar