Ibarat Jari Telunjuk BPK Menuding Kementerian ESDM

harry-azhar-aziz
JAKARTA, (tubasmedia.com) – Ibarat jari telunjuk ditudingkan ke arah sasaran tepat, Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) mengkritisi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan sorotan tajam atas kinerjanya yang buruk.

Menurut Ketua BPK, Harry Azhar Azis, salah satunya keburukan yang menjadi sorotan BPK adalah mengenai penggunaan belanja infrastruktur . Dari temuan BPK ada 137 kontrak proyek pembangunan transmisi dan gardu induk yang terhenti. Penyebabnya, ada pada pembebasan lahan yang berlarut-larut sehingga izin kontrak tahun jamak tidak diperpanjang. Akibatnya hasil proyek yang belum selesai sebesar Rp 5,38 triliun tidak bisa dimanfaatkan.

“Ada kerugian negara senilai Rp 562,66 miliar. Kerugian itu berasal dari sisa uang muka yang tidak dikembalikan oleh penyedia barang/jasa. Ini terjadi karena Menteri Keuangan kurang cermat dalam memberikan izin kontrak tahun jamak,” jelas Harry.

Selain itu, BPK juga menemukan masalah di sektor penerimaan pajak dan migas senilai Rp 1,124 triliun. Temuan masalah itu terdiri dari potensi Pajak Bumi dan Bangunan migas terutang sebesar Rp 666,23 miliar dan potensi kekurangan penerimaan PBB migas di 2014 sebesar Rp 454,38 miliar.

Kemudian dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ditemukan tidak mentaati ketentuan cost recovery. Akibatnya terjadi kekurangan penerimaan negara senilai Rp 6,19 triliun. Ketua BP K juga mengungkapkan hasil temuan 3.293 masalah yang berdampak finansial sepanjang semester kedua 2014. Temuan tersebut bernilai sebesar Rp 14,74 triliun.

Dari jumlah itu ada Rp 1,42 triliun yang mengakibatkan kerugian negara. Sisanya sebesar Rp 3,77 triliun berpotensi merugikan negara dan Rp 9,55 triliun yang kurang disetorkan. Selain itu ada 3.150 masalah ketidakpatuhan yang mengakibatkan tidak ekonomis, tidak efisien, dan tidak efektif. Nilainya mencapai Rp 25,81 triliun. (ril/marto)

Berita Terkait

Komentar

Komentar