IHSG Berpeluang Naik Jika Aksi Jual Mereda

angga-2

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Head of Research NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada memaparkan, laju IHSG mampu melampaui ekspektasi sebelumnya, di mana diperkirakan akan mengalami pelemahan seiring dengan mulai berkurangnya volume beli.

Apalagi dari bentuk candle-nya mengindikasikan adanya peluang pelemahan. “Meski tidak sepenuhnya bergerak sesuai ekspektasi namun, kami tetap memandang positif laju penguatan tersebut untuk perbaikan laju saham yang mungkin mengalami pelemahan sebelumnya,” kata Reza, Senin (22/6/15).

Pelaku pasar pun dapat memanfaatkan kondisi tersebut untuk perbaikan portofolio. Paling tidak, minimal mengurangi posisi minus (itu dengan asumsi saham-saham yang ada di portofolio ialah saham-saham yang cukup aktif ditransaksikan).

Penguatan IHSG pun tidak terlepas dari laju bursa saham Asia yang positif setelah terimbas menghijaunya penutupan laju bursa saham AS seiring meredanya sentimen dari rencana kenaikan suku bunga The Fed serta membaiknya data klaim pengangguran dan CB leading index.

Pelaku pasar pun yang awalnya ingin jualan, kini kembali melakukan pembelian kembali meski juga diiringi profit taking. Sentimen positif juga datang dari mulai adanya pemberitaan terkait realisasi pembangunan dan pembenahan birokrasi dari pemerintah.

Sebelumnya disampaikan bahwa tampaknya aksi beli mulai berkurang. Seperti yang sering disampaikan, dalam kondisi dimana marak sentiment negatif maupun sentiment ketidakpastian maka setiap kali kenaikan akan dimanfaatkan untuk profit taking. “Itulah yang kami khawatirkan akan peluang terjadinya aksi jual lanjutan yang mengakibatkan pelemahan lanjutan,” ujar Reza.

Meski terjadi penurunan namun, masih adanya utang gap 4892-4894 yang dapat memicu aksi jual lanjutan tersebut. Namun demikian, jikapun terjadi pelemahan diharapkan dapat lebih terbatas. Masih berlanjutnya minat beli yang cukup besar mampu membuat IHSG positif. Apalagi diikuti dengan membaiknya laju Rupiah dan berbalik aksi beli asing. Transaksi asing masih nett buy (dari net buy 171,52 miliar menjadi net buy Rp 596,38 miliar).

Pada perdagangan Senin (22/6/15) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4950-4968 dan resisten 4995-5005. Laju IHSG mampu bertahan di atas area target support 4924-4935 dan belum mampu berada di atas area target resisten 4966-4972. Meski hampir berbalik melemah seiring dengan adanya aksi-aksi profit taking namun, laju IHSG masih mampu bertahan di zona hijau.

Jika diasumsikan aksi jual dapat mereda dan laju IHSG tidak terlalu terimbas pelemahan laju bursa saham global maka IHSG masih memiliki peluang kenaikan. Akan tetapi, karena penguatan lebih bersifat technical rebound maka tetap mewaspadai adanya potensi penurunan kembali (jika ada).

Pertimbangan saham-saham antara lain :

LPPF 17150-17625|Hanging man di atas MBB. Parabollic SAR turun, diimbangi kenaikan RoC|Trd buy slm bertahan di atas 17450. CL 17400

PGAS 4225-4425|White marubozu dekati upper bollinger band (UBB ). William’s %R bergerak naik didukung peningkatan RSI|Trd sell jika 4380 gagal bertahan

PTPP 3430-3600|White marubozu dekati MBB. MFI naik diiringi peningkatan stochastic|Trd buy slm bertahan di atas 3540. CL 3530

AISA 1780-1865|White marubozu di area MBB. RSI naik diikuti peningkatan RoC|Trd buy slm bertahan di atas 1800. CL 1790

BBCA 13600-13875|Shooting star di atas MBB. Mass index naik diikuti naiknya parabollic SAR|Trd buy slm bertahan di atas 13650. CL 13625

TBIG 8950-9350|Shooting star di area MBB. RoC naik diikuti peningkatan stochastic|Trd buy slm bertahan di atas 9025. CL 9000. (angga)

Berita Terkait

Komentar

Komentar