IHSG Bertahan Positif Meskipun Pada Jelang Penutupan Diwarnai Profit Taking

090115-ekbis

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Equity Analyst Ascend, Agus Susanto Benzaenuri memaparkan, IHSG bertahan positif meskipun pada jelang penutupan diwarnai profit taking. IHSG naik 4,83 poin (0,09%) pada level 5.216,66 poin. Semenyata itu, saham-saham blue chip dalam LQ45 ditutup positif 0,09% pada 898,83 poin.

Bursa Nikkei ditutup naik 0,18% pada level 17.197,73 poin. Hang Seng menguat 0,35% pada level 23.919,95 poin. Shanghai terkoreksi 0,18% pada level 3.287,43 poin.

Bursa-bursa di Eropa dibuka beragam. FTSE turun 0,14%, DAX terkoreksi tipis 0,02% dan CAC flat positif 0,01%. Rupiah terapresiasi 91 poin pada Rp 12.640 per Dollar AS.

“IHSG hanya naik kurang dari 0,1% dalam penutupan perdagangan hari ini setelah diwarnai beberapa aksi profit taking menjelang penutupan,” kata Agus, Jumat (9/1/15).

Tercatat beberapa sektor terkoreksi pada akhir transaksi, yaitu sektor industri dasar, manufaktur dan properti. Namun, beberapa sektor seperti perbankan dan pertambangan yang menguat mendorong IHSG bertahan positif.

Dalam transaksi kali ini sebanyak 8,58 lembar saham ditransaksikan dengan nilai transaksi mencapai Rp 7,41 triliun dengan investor asing mencatatkan pembelian bersih sebanyak Rp 895 miliar. Dalam setiap saham yang terkoreksi lebih dari satu saham lainnya mengalami kenaikan harga.

Saham-saham yang menjadi pendorong pergerakan IHSG secara rata-rata tertimbang diantaranya saham Bank Mandiri (BMRI) yang naik 1,60% pada harga Rp 11.125, saham Telekomnikasi Indonesia (TLKM) menguat 0,88% ditutup pada level Rp 2.860, saham Bank BNI (BBNI) yang naik 2,00% pada harga Rp. 6.150, saham Indofoof Sukses (INDF) menguat 2,07% ditutup pada harga Rp. 7.400, dan saham Bank BRI (BBRI) menguat 0,42% ditutup pada level Rp 12.025. (angga)

Berita Terkait

Komentar

Komentar