IHSG Cenderung Mixed

ihsg

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Head of Research Ascend, Rowena Suryobroto memaparkan, IHSG mixed cenderung melemah dengan trend kontra bursa regional dan global.

DJIA ditutup menguat tipis +0.16% ke level 18,047.6. S&P500 naik +0.16% ke 2,100.3. Nasdaq positif +0.11% ke 4,899.3. Eropa ditutup mixed. FTSE +0.60%; DAX -0.25%; CAC40 +0.04%. Nikkei dibuka menguat ke rekor tertinggi 8 tahun, +0.9%. Minyak WTI di pasar Nymex naik +1.32% ke US$ 53.5. Emas turun -1.86% ke US$ 1,208.6

“IHSG diperkirakan akan mixed cenderung melemah karena trend kontra terhadap arus bursa regional dan global selama sepekan ini,” tutur Rowena, Rabu (18/2/15).

Wall Street ditutup menguat tipis paska laporan yang positif dari Yunani. Menurut salah satu sumber dari Brussel, Yunani berniat untuk memperpanjang kesepakatan utangnya dengan Zona Eropa walaupun menolak program lengkap bailout yang ditawarkan.

Pada hari Rabu, Bank Sentral Eropa akan mendiskusikan penggunaan dana bantuan likuiditas darurat (emergency liquidity assistance) oleh bank-bank Yunani, dan apakah ECB akan menetapkan kuota pendanaan bagi bank-bank Yunani.

Nikkei menguat ke rekor tertinggi selama 8 tahunnya paska pelemahan Yen terhadap dolar AS sampai ke JPY 119.1/US$1. Bank of Japan (BOJ) akan mengumumkan keputusannya di sesi akhir perdagangan hari ini. Namun perdagangan diperkirakan akan turun menjelang hari raya Tahun Baru Cina di mana pasar tutup di Cina, Taiwan, dan Korea Selatan selama sehari penuh; sementara di Singapura dan Malaysia pasar hanya buka setengah hari.

APBN-Perubahan telah disetujui sebesar Rp 1.984,1 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp 290,3 triliun dipakai untuk pembangunan infrastruktur. “Ini merupakan rekor tertinggi untuk anggaran infrastruktur. Defisit yang direncanakan adalah 1,9% dari Produk Domestik Bruto (PDB), dengan penerbitan SBN Rp 451,8 triliun, naik dari sebelumnya Rp 431 triliun,” ujar Rowena.

Penerbitan SBN yang akan dilakukan pada semester I mencapai 57%. Asumsi ekonomi juga mengalami perubahan menjadi:

– Pertumbuhan ekonomi: 5,7%; dari sebelumnya 5,6 – 6%
– Inflasi: 5%; dari sebelumnya 3 – 5%
– Suku bunga Surat Perbendaharaan Negara 3 bulan: 6,2%; dari sebelumnya 6 – 6,5%
– Nilai Tukar Rupiah: Rp 12.500/ USD; dari sebelumnya Rp 11.500 – 12.100/USD
– Harga Minyak Indonesia (ICP): US$60/barel; dari sebelumnya US$ 96 – 110/barel
– Lifting minyak 825.000 barel/hari; dari sebelumnya 830 – 920.000 barel/hari
– Lifting gas 1,22 juta barel/ hari; dari sebelumnya 1,20 – 1,26 juta barel/ hari. (angga)

Berita Terkait

Komentar

Komentar