IHSG Diproyeksi Menguat Meski Rawan Aksi Ambil Untung

images

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Head of Research Ascend, Rowena Suryobroto mengatakan, IHSG diperkirakan menguat lagi seiring sentiment pasar global, namun rawan aksi profit taking setelah 4 hari berturut-turut menguat. DJIA ditutup menguat +0.51% di 18,209.2. S&P500 positif+0.28% di 2,115.5. Nasdaq positif +0.14% di 4,968.1.

Bursa-bursa Eropa ditutup menguat. DAX +0.67%; FTSE +0.54%; CAC40 +0.50%. Nikkei dibuka positif namun langsung bergerak ke area merah -0.04%. Minyak WTI di Pasar Nymex melemah -0.44% ke US$ 49.3/ barel. Emas melemah -0.29% ke US$ 1,197.3/oz. “Wall Street dan bursa-bursa Eropa menguat seiring dengan keterangan Janet Yellen, pimpinan The Fed kepada Kongres, bahwa tidak ada kenaikan tingkat suku bunga sampai The Fed dan pelaku pasar yakin akan pemulihan ekonomi,” ujar Rowena, Rabu (25/2/15).

Harga di pasar futures Dow Jones mengindikasikan bahwa pasar ekspektasi kenaikan suku bunga itu akan terjadi pada Oktober. Pasar makin positif karena sebelumnya Yunani telah menyerahkan proposal reformasi ke para krediturnya mendekati tenggat waktu yang ditentukan. “Keyakinan konsumen bulan Februari tercatat turun ke 96,4 dari 103,8; bahkan lebih rendah daripada ekspektasi 99,6,” tutur Rowena. (angga)

Berita Terkait