IHSG Masih Akan Melanjutkan Pelemahan

Loading

images

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Head of Research Ascend, Rowena Suryobroto mengatakan, IHSG diperkirakan masih akan melanjutkan pelemahan setelah penguatan yang cukup signifikan pada pekan kemarin. Faktor lain penyebab pelemahan yakni kurangnya sentimen di bursa global dan regional. DJIA ditutup melemah -0.45% di 18,132.7. S&P500 melemah -0.30% di 2,104.5. Nasdaq negative -0.49% di 4,963.5. Bursa-bursa Eropa ditutup mixed. DAX +0.66%; FTSE -0.04%; CAC40 +0.83%. Nikkei dibuka menguat+0.51%. Minyak WTI di pasar Nymex menguat +3.30% ke US$ 49.8/barel. Emas menguat +1.73% di US$ 1,213.1/oz.

Wall Street melemah karena beberapa data ekonomi yang keluar di bawah ekspektasi pasar. Estimasi PDB untuk triwulan keempat di 2.2%, turun dibandingkan triwulan sebelumnya di 2.6%. Indeks Sentimen Michigan bulan Februari naik ke 95.4 dari sebelumnya 93.6. Penjualan rumah yang tertunda di bulan Januari hanya 1.7%, jauh di bawah estimasi pasar di 2.4% walaupun lebih baik daripada bulan sebelumnya yang negative -1.5%.

Harga BBM Bersubsidi (Pertamina Premium) naik Rp 200 menjadi Rp 6.900/ liter untuk Jawa Madura Bali dan Rp 6.800/liter untuk di luar Jawa Madura Bali, mulai tanggal 1 Maret 2015. “Kenaikan ini dilakukan untuk menjaga kestabilan ekonomi nasional dan melihat kepada kecenderungan pergerakan harga minyak dunia,” kata Rowena, Senin (2/3/15). (angga)

Berita Terkait