IHSG Melemah Karena Yunani dan Harga Minyak

050215-ekbis2

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Head of Research Asecend, Rowena Suryobroto memproyeksi, IHSG melemah karena Yunani dan harga minyak.

Dow Jones flat positif 0,04% pada level 17.673,0 poin. Nasdaq negatif -0,23% pada level 4.716,7 poin. S&P 500 turun -0,42% pada level 2.041,5 poin. Nikkei melemah -1,00%

Bursa Eropa ditutup mixed. FTSE -0,17%, DAX 0,19%, CAC 0,39%. Minyak WTI pasar Nymex turun -5.19% ke level US$ 48,5 per barrel. Emas diperdagangkan naik 0,33% pada level US$ 1.264,5per oz.

“IHSG cenderung melemah terdorong oleh sentiment negative bursa global dan regional namun penurunan dapat tertahan oleh penguatan Rupiah,” tutur Rowena, Kamis (5/2/15).

Wall Street ditutup flat walaupun masih positif karena ketidakpastian kembali muncul dari Yunani setelah Bank Sentral Eropa (ECB) menyatakan pesimisme atas program bailout Yunani.

“Bank Sentral menarik persetujuan penggunaan obligasi pemerintah Yunani sebagai agunan untuk kas ECB. Berita ini membuat investor melakukan aksi profit taking segera setelah berita tersebut turun,” ungkap Rowena.

Sementara itu penurunan signifikan harga minyak karena kenaikan persediaan minyak AS, juga memberikan tekanan yang cukup besar. Data ekonomi yang sesuai ekspektasi tidak memberikan terlalu banyak sentiment kepada pasar; ISM Services naik tipis ke 56,7 dari sebelumnya 56,5. (Angga)

Tingkat Pajak perusahaan direncanakan akan turun. Penurunan tariff PPh Perusahaan ini masuk scenario paket insentif pajak yang sedang dibahas di Kementerian Keuangan. Harapannya tarif pajak yang turun ini akan menarik dana warga Indonesia yang mengendap di luar negeri.

Penurunan yang dibahas adalah antar 500 – 1.000 basis point atau menjadi 15-20% dari tariff kini 25%. Namun implementasi rencana ini sulit dilakukan dalam tahun ini karena harus merubah dan mengamandemen beberapa undang-undang pajak. (angga)

Berita Terkait