IHSG pun Berpeluang Melemah Jika Tidak Adanya Daya Tahan Dari Aksi Pembelian

ih

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Head of Research NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada memaparkan, laju IHSG berakhir di zona hijau dimana di sesi pertama sempat mengalami pelemahan melanjutkan pelemahan sehari sebelumnya hingga terpental di bawah level psikologisnya di 5.300.

Pelaku pasar yang sempat melakukan aksi jual mulai mencoba masuk pasar kembali. Langkah tersebut seiring dengan penguatan sejumlah bursa saham regional yang terimbas menguatnya laju bursa saham AS yang masih dapat melaju variatif cenderung mencoba menguat tipis setelah merespon masih berlanjutnya kenaikan harga minyak mentah dunia, masih melemahnya laju US$, dan kenaikan klaim pengangguran yang diekspektasikan akan berpengaruh pada keputusan ditundanya kenaikan Fed rate.

“Tak ketinggalan masih berlanjutnya penguatan Rupiah turut berimbas positif. Skenario dan harapan kami terhadap IHSG pun masih berjalan seperti perkiraan kami sebelumnya, di mana potensi penurunan yang terjadi mampu dihadang dengan adanya berita positif yang memicu aksi jual,” tutur Reza, Senin (25/5/15).

Akan tetapi, belum tentu menjamin penguatan ini dapat bertahan jika masih diiringi besarnya aksi ambil untung. Apalagi masih adanya utang gap 5273-5275 yang dapat memicu adanya aksi jual. Meski masih terdapat peluang kenaikan dan harapan kami pun masih sama dimana berharap kenaikan dapat berlanjut meski kemungkinan aksi-aksi profit taking masih akan terjadi.

Tetap mewaspadai potensi pembalikan arah melemah (jika ada). Investor asing kembali catatkan nett sell (dari net buy Rp 323,04 miliar menjadi net sell Rp 516,44 miliar).

Pada perdagangan Senin (25/5/15) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5280-5305 dan resisten 5332-5350. Laju IHSG berada di sekitar area target resisten (5325-5350) namun, sempat tertahan di atas area target support (5270-5288). Adanya potensi penurunan mampu ditahan dengan masih adanya aksi beli yang memanfaatkan berita-berita positif yang memicu aksi beli meski tipis.

“Meski terjadi penguatan namun, posisi high level nya lebih rendah dari sehari sebelumnya yang menandakan masih adanya aksi jual yang menekan harga. IHSG pun berpeluang melemah jika tidak adanya daya tahan dari aksi pembelian,” imbuh Reza.

Dengan kemungkinan melemah maka utang gap 5273-5278 berpeluang untuk diuji. Untuk itu, tetap mewaspadai potensi pembalikan arah melemah (jika ada).

Pertimbangan saham-saham antara lain :

JSMR 6300-6675|Spinning dekati UBB. MACD masih naik setelah golden cross|Trd buy slm bertahan di atas 6500. CL 6475

LINK 5125-5625|Three inside up sentuh middle bollinger band (MBB ). Stochastic bergerak naik diikuti peningkatan RSI|Trd buy slm bertahan di atas 5500. CL 5475

KLBF 1800-1865|Doji star di bawah UBB. William’s %R bergerak naik namun, mass index turun|Trd sell jika 1830 gagal bertahan. BoW di bawah 1810

LPCK 11100-1111500|Shooting star bertahan di area MBB. RoC bergerak naik diikuti peningkatan RSI|Trd buy slm bertahan di atas 11200. CL 11175

WTON 1160-1225|Three white soldier dekati UBB. Parabollic SAR naik diikuti peningkatan MFI|Trd buy slm bertahan di atas 1200. CL 1190

BIRD 8250-9000|Separating line dekati UBB. William’s %R dekati UBB. RoC bergerak naik diikuti peningkatan MFI|Trd sell jika 8800 gagal bertahan. Trading buy slm bertahan di atas 8850. (angga)

Berita Terkait