IIMS Hadirkan Mobil Terkini, Pengamat: Perkaya Dengan Seminar

Sekretaris Umum Gaikindo Noegardjito dan Pengamat Industri Otomotif Soehari Sargo

Sekretaris Umum Gaikindo, Noegardjito (kiri) dan Pengamat Industri Otomotif, Soehari Sargo (kanan)

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Indonesia International Motor Show atau IIMS 2014 menyajikan kemajuan terkini industri otomotif Indonesia. Pameran otomotif terbesar, yang berlokasi di Jakarta International Expo, Kemayoran , Jakarta Pusat, dari 18-28 September 2014, itu, menampilkan mobil model terbaru, mobil konsep, yang menggunakan teknologi terkini serta energi alternatif ramah lingkungan.

Berkaitan dengan pameran yang diselenggarakan oleh Gabungan Industri Kendaraan bermotor Indonesia (Gaikindo) itu, pengamat industri otomotif, Soehari Sargo, dalam perbincangan dengan tubasmedia.com, pekan lalu, menyampaikan harapan agar di sela-sela pameran itu juga diselenggarakan diskusi dan seminar. Banyak tantangan yang dihadapi oleh industri otomotif Tanah Air dan itu perlu dibicarakan dengan para ahli dan pengamat ekonomi.

Sebelumnya, Sekretaris Umum Gaikindo, Noegardjito, mengemukakan, IIMS 2014, atau yang ke-22, lebih besar dari pameran-pameran sebelumnya. Tahun ini, IIMS menempati lahan yang 10 persen lebih luas dari tahun lalu. Di atas lokasi seluas 83.137 meter persegi, 36 agen pemegang merek dan 286 industri penunjang memamerkan produk-produk terbaru dan rancangan ke depan. “Penyelenggara juga memberikan lebih banyak fasilitas kepada pengunjung,” kata Sekretaris Umum Gaikindo itu.

Tema IIMS 2014, Smart & Safe Mobility, merangkum kemajuan otomotif nasional, yang bercirikan kenyamanan, hemat, aman, dan cerdas, melalui teknologi terkini yang dilengkapi dengan fitur-fitur baru. Para peserta menampilkan produk-produk terbaru yang siap pakai. Bahkan, ada pula yang masih dalam bentuk konsep. Selain itu, para peserta melancarkan promosi atas kehadirannya di IIMS 2014, melalui media massa dan media ruang luar.

Ketua Umum Gaikindo, Sudirman MR, pada pembukaan IIMS 2014, Kamis (18/9), mengemukakan, industri otomotif Indonesia saat ini tumbuh pesat. Volume pasar dalam negeri pada 2013 lebih dari 1.229.000 unit, rekor tertinggi sepanjang sejarah otomotif Indonesia. Proyek penjualan 2014 sebanyak 1.250.000 unit. Sedang realisasi penjualan periode Januari – Agustus 2014 sebanyak 830.398 unit.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan M. Lutfi mengemukakan perkiraan dalam 1,5 tahun ke depan ekspor mobil mencapai 500.000 unit. Untuk itu, perlu dicari solusi membereskan minimnya kapasitas pelabuhan kita dalam kaitannya dengan pengembangan ekspor mobil.

Sarat Teknologi

Lebih lanjut Soehari Sargo mengemukakan, industri otomotif sarat dengan teknologi, industri penunjang serta kelengkapan infrstruktur. Semua itu menentukan daya saing. Oleh karena itu, berbagai pihak, seperti, pejabat pemerintahan, pengamat, dan akademisi, perlu diajak untuk membahas dan mendalami tantangan yang dihadapi industri otomotif.

Ia mengemukakan, pelabuhan bertaraf internasional amat penting dalam upaya meningkatkan ekspor mobil. Mengingat pusat industri otomotif terletak di Jakarta Utara sampai Karawang, pernah ada ide untuk membangun pelabuhan di Karawang. Tapi, gagasan itu berbenturan dengan rencana pembangunan bandar udara di Karawang. Lagi pula, lahan di Pulau Jawa sudah terlalu padat.

Dikatakan, seharusnya pembangunan infrastruktur sejalan dengan program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) sekaligus untuk pembangunan daerah-daerah tertinggal di luar Pulau Jawa. Kelengkapan infrastruktur sudah pasti mendukung industri otomotif. (ender)

Humbanghas
Humbanghas

Berita Terkait

Komentar

Komentar