Ijazah Siswa Ditahan, Mahasiswa Demo

Laporan: Redaksi

ilustrasi

ilustrasi

BOGOR, (tubasmedia.com) – Gabungan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Ibnu Khaldun (UIK), dan Universitas Pakuan (UNPAK) Bogor, yang tergabung dalam Generasi Muda (Garuda) Kesatuan Penerus Perjuangan RI, pada Kamis 24 Oktober 2013 melakukan unjuk rasa di SMA Negeri 2 Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.

Unjuk rasa ini terkait ditahannya ijazah salah satu siswa SMA Negeri 2 Dramaga sejak 2012. Demo yang dilakukan gabungan mahasiswa itu berlangsung kurang lebih 2 jam dan akhirnya pihak sekolah memberikan ijazah M. Iqbal (18).

Rikhlata selaku Koordinator Aksi menyesalkan penahanan ijazah tersebut. Ia mengharapkan penahanan ijazah tidak terulang lagi di SMA Negeri 2 Dramaga atau di sekolah lain. Itu akan merusak citra pendidikan di negeri ini. Kami berharap pendidikan akan lebih maju lagi dalam menyikapi kesulitan yang dihadapi siswa ujar Rikhlata setelah usai mengelar aksi.

Atikah, orangtua M. Iqbal (41), warga Kampung Pabuaran Kulon, Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, mengatakan, kepada Tubas, alasan pihak sekolah menahan ijazah anaknya, karena diharuskan melunasi uang tunggakan ujian dan uang pembangunan sebesar Rp 3.000.000. Menurut Atikah, untuk mencari uang sebesar itu jelas dia tidak mampu. “Kami orang miskin dan saya tidak punya suami karena sudah meninggal. Jadi saya memohon pihak sekolah memberikan toleransi untuk Iqbal,” ujar Atikah.

Atikah sudah bolak-balik mengurus ijazah anaknya. “Beberapa guru yang saya temui selalu mengatakan bahwa kepala sekolah dan tata usaha sedang tidak berada di tempat. Jadi saya dibuat bingung jadinya. Tapi, alhamdulillah pihak sekolah sekarang mau menyerahkan ijazah anak saya,” katanya.

Pihak SMA Negeri 2 Dramaga mengungkapkan, sebenarnya masalah ini terjadi karena kurang komunikasi sekolah dengan pihak orangtua. (daryono)

Berita Terkait

Komentar

Komentar