Ikan Impor Ancam Kesejahteraan Nelayan Dalam Negeri, Pemerintah Diminta Turun Tangan

MEDAN, (tubasmedia.com) – Ikan impor yang masuk ke Sumatera Utara melalui Pelabuhan Belawan pada tahun 2019 yang jumlahnya mencapai 54.401 ton dapat membahayakan kesejahteraan nelayan.

“Keberadaan ikan impor yang masuk ke Sumatera Utara lewat Pelabuhan Belawan yang jumlah mencapai 54.501 ton pada tahun lalu, dapat mengancam kesejahteraan nelayan kalau tidak dibatasi,” kata Ketua DPD HNSI Sumut, Zulfahri Siagian di Medan.

Dikatakan, membanjirnya ikan impor yang masuk ke pasar lokal, akan berdampak dengan turunnya harga ikan tangkapan nelayan, sementara biaya operasional nelayan melaut relatif tinggi, diantaranya untuk pembelian bahan bakar, es, konsumsi nelayan selama melaut dan lainnya.

“Bila tidak ada kebijakan dari pemerintah membatasi ikan impor yang masuk ke wilayah hukumNKRI, dikhawatirkan nelayan kita akan kehilangan mata pencaharian,” ujarnya.

Di Sumatera Utara, terdapat 15 kabupaten/kota mempunyai pantai dan masyarakatnya mayoritas sebagai nelayan. “Jika impor ikan tidak dikendalikan, maka nelayan Sumut akan menjadi korban,” tegasnya.

Terpisah Samsudin (52) pedagang ikan di Gabion Belawan, mengatakan lebih memilih ikan impor dalam kondisi beku yang kemudian dicairkan untuk dijual ke konsumen yang berada di kawasan Hamparan Perak, Deli Serdang.

Dikatakannya, sepintas ikan impor dan ikan lokal pada jenis ikan tertentu tidak ada perbedaan, sehingga ikan impor lebih laris, apalagi harganya relatif terjangkau.

Beberap jenis ikan yang memiliki kesamaan antara ikan impor dan ikan lokal, antara lain gembung, cecaru, selayang dan lainnya. (red)

Berita Terkait

Komentar

Komentar