ILUC Ganjal Ekspor Sawit RI ke Eropa

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Indonesia masih berjuang untuk melawan kebijakan diskriminatif produk sawit dan turunannya masuk ke Eropa. Pihak Eropa sebenarnya sudah memberikan kelonggaran berua penundaan larangan sawit RI masuk ke Eropa hingga 2030 mendatang.

Namun, tetap saja ada hal lain yang masih mengganjal produk sawit RI masuk ke Eroa. Salah satunya adalah aturan terkait ILUC (indirect land use change).

“Yang sedang kita pelajari adalah adanya kriteria-kriteria baru, seperti ILUC (indirect land use change). Itu yang harus kita pelajari. Posisinya saat ini masih mempelajari itu. Jadi kita merasa didiskriminasi oleh ILUC,” kata Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan di Jakarta, Senin (20/8/2018).

Pada intinya, ILUC adalah aturan yang mempermasalahkan dampak perubahan penggunaan lahan secara tidak langsung dari industri minyak sawit yang sudah diubah menjadi bahan bakar nabati alias biofuel karena dianggap lebih banyak melepaskan emisi karbon yang berdampak pada pencemaran udara. Aturan tersebut akan dibahas Eropa ada 2021.

Indonesia, lanjut dia, sebenarnya tidak keberatan dengan aturan tersebut. Asalkan, penerapannya adil. RI masih khawatir dengan diskriminasi yang dilakukan Eropa karena mereka sendiri sebenarnya juga punya produk minyak nabati yakni minyak biji bunga matahari.

Hanya saja, minyak dari biji bunga matahari harganya jauh lebih mahal. Sehingga ada indikasi untuk membatasi impor sawit agar produk biji bunga matahari di Eroa tak kalah saing dengan minyak sawit Indonesia. (red)

 

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar